Berita

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Riau. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

KNPI Riau Dukung Program Prabowo, Agrinas Diminta Lindungi Petani

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 22:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Riau mendukung penataan perkebunan kelapa sawit oleh pemerintah melalui PT Agrinas Palma Nusantara.

Ketua DPD KNPI Riau sekaligus Ketua Umum Jaringan Nasional (Jarnas) Prabowo-Gibran, Nasarudin menyebut pada prinsipnya mendukung program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran di Riau, termasuk kebijakan penataan lahan dalam kawasan hutan melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

"Kita mendukung program pemerintah. Tetapi pada saat yang sama, kita ingin memastikan pelaksanaannya memberikan manfaat kepada masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan," ujar Nasarudin dalam keterangan tertulisnya, Senin, 21 September 2026.


KNPI Riau juga menyatakan siap mengawal proses pembenahan yang dilakukan Agrinas, baik dalam pengelolaan maupun penguasaan lahan.

Menurut Nasarudin, transparansi menjadi hal penting agar masyarakat mengetahui status lahan dan arah pengelolaannya. Terlebih, penataan kawasan perkebunan bersinggungan langsung dengan masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari kebun sawit.

Salah satu perhatian utama KNPI Riau adalah keberadaan petani sawit swadaya dengan lahan maksimal lima hektare. KNPI Riau meminta petani yang selama ini mengelola lahan eks-PKH dan telah diserahkan kepada Agrinas tetap diberikan kesempatan mengusahakan kebunnya.

"Khusus masyarakat atau petani swadaya dengan lahan maksimal lima hektare, kami berharap jangan diganggu. Mereka tetap diberikan kesempatan untuk mengelola kebunnya," kata Nasarudin.

KNPI Riau juga mendorong Agrinas berperan sebagai bapak angkat bagi petani swadaya. Agrinas diharapkan tidak hanya menjadi pengelola lahan, tetapi juga mitra petani dalam meningkatkan produktivitas sekaligus membantu penyelesaian persoalan legalitas.

Petani yang memenuhi kriteria juga diharapkan dapat mengikuti program pemutihan atau penyelesaian status lahan sesuai kebijakan pemerintah.

"Penataan kawasan jangan sampai hanya berujung pada penguasaan lahan. Harus ada kepastian dan manfaat bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari kebun sawit," ujar Nasarudin.

Di sisi lain, KNPI Riau meminta Tim PKH segera menyerahkan lahan yang telah disita negara di Riau kepada Agrinas untuk dikelola sesuai mandat pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan lahan yang telah masuk dalam proses penataan negara tidak kembali dikuasai atau dikelola pihak sebelumnya.

KNPI Riau juga mendorong koordinasi antara Tim PKH, Agrinas, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan status serta pengelolaan setiap lahan dapat diketahui secara terbuka.

Selain persoalan lahan, Agrinas diharapkan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dalam kegiatan operasionalnya di Riau.

"Tenaga kerja lokal harus menjadi perhatian. Kami berharap masyarakat Riau mendapatkan prioritas sesuai kebutuhan dan kompetensi yang diperlukan," kata Nasarudin.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya