Berita

Ilustrasi hotel di Bali. (Foto: AI)

Politik

Hotel Bali Tertekan, Pemerintah Harus Benahi Ekosistem Pariwisata!

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 18:41 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Fenomena sejumlah hotel dan vila di Bali yang mengalami tekanan usaha hingga dilego perlu dilihat dari persoalan yang lebih luas, termasuk mahalnya tiket pesawat dan akses transportasi menuju destinasi wisata.

Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa mengatakan kondisi pariwisata di Bali tidak seragam. Ada wilayah dengan tingkat kunjungan wisatawan tinggi dan kapasitas hotel besar, tetapi ada pula kawasan yang relatif sepi wisatawan.

“Jadi kita harus melihat wilayah mana yang sedikit wisatawannya dan mana yang banyak wisatawannya,” kata Eva kepada wartawan di Jakarta, Senin, 21 September 2026. 


Menurut dia, rendahnya kunjungan wisatawan di sejumlah wilayah perlu dikaitkan dengan berbagai faktor, mulai dari infrastruktur dan akses menuju destinasi hingga daya tarik yang ditawarkan.

Persoalan perhotelan, lanjut Eva, tidak bisa dipisahkan dari mata rantai pariwisata lainnya, termasuk UMKM dan ekonomi kreatif.

“Tidak bisa hanya melihat satu sisi, yaitu hotel. Kita harus melihat rangkaian dari pariwisata itu, ada infrastruktur, ada UMKM, termasuk kreativitas di wilayah tersebut yang menjadi daya tarik wisatawan,” ujarnya.

Eva juga menyoroti faktor transportasi, khususnya harga tiket pesawat yang dinilai dapat memengaruhi akses wisatawan menuju Bali.

“Apakah itu juga mengenai biaya tiket yang mahal? Nah, itu juga harus kita lihat. Jadi terkait dengan transportasi juga,” tutur politikus PKB ini.

Karena itu, ia menilai persoalan hotel yang mengalami tekanan bisnis tidak cukup ditangani dengan melihat kondisi sektor perhotelan semata. Pemerintah perlu mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi ekosistem pariwisata Bali.

Eva mendorong sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian terkait, pelaku usaha, dan masyarakat. Masih kata dia, kebijakan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan Kementerian Pariwisata.

Berbagai persoalan seperti transportasi, regulasi, infrastruktur, akses menuju destinasi, UMKM, dan ekonomi kreatif perlu ditangani secara terpadu.

“Kita tidak bisa melihat dari satu sisi. Kita harus melihat semua faktor, mulai dari wisata, regulasi transportasi, infrastruktur, jangkauan ke sana, UMKM, juga kreativitas di wilayah itu apakah menarik bagi wisatawan,” pungkasnya. 

Sebelumnya, ratusan hotel dan vila di Bali terpantau dijual melalui platform jual beli properti online dengan variasi harga mencapai ratusan miliar rupiah.

Terdapat 524 iklan properti dengan kata kunci hotel di Bali, di mana 244 di antaranya merupakan hotel dan vila yang ditawarkan kepada calon pembeli.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya