Berita

Ilustrasi

Politik

Hotel dan Vila Bali Marak Dijual, DPR Tegur Kemenpar

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 17:51 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Fenomena ratusan hotel dan vila di Bali yang ditawarkan untuk dijual perlu segera ditelusuri pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata bersama kementerian dan pemerintah daerah terkait.

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty, meminta pemerintah tidak sekadar melihat fenomena tersebut sebagai transaksi properti, tetapi mencari tahu penyebab di balik maraknya penjualan hotel dan vila di Bali.

"Saya sampaikan, ini harus Kementerian Pariwisata bersama kementerian terkait untuk melihat ini ada apa," kata Evita kepada RMOL di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 September 2026. 


Berdasarkan penelusuran, terdapat 524 iklan properti dengan kata kunci hotel di Bali. Dari jumlah tersebut, 244 di antaranya merupakan hotel dan vila yang ditawarkan untuk dijual. 

Properti yang dipasarkan mencakup hotel bintang tiga hingga bintang lima, dengan harga mulai Rp1,6 miliar hingga Rp535 miliar. Penawarannya tersebar di sejumlah kawasan wisata seperti Kuta, Ubud, Nusa Dua, Canggu, dan Seminyak.

Evita menilai, pemerintah perlu memastikan terlebih dahulu apakah fenomena tersebut benar-benar menunjukkan adanya persoalan pada industri pariwisata Bali.

"Pemda, pusat, pariwisata ya harus mencari tahu apa ini. Apa ini penyebabnya, kita harus cari. Kenapa ini bisa terjadi?" ujarnya.

Menurutnya, informasi mengenai hotel dan vila yang dijual tidak boleh langsung digeneralisasi sebagai tanda bahwa seluruh industri perhotelan Bali sedang bermasalah.

Sambung Legislator PDIP ini, kondisi kunjungan wisatawan ke Bali yang menurutnya masih menunjukkan perkembangan positif. Karena itu, pendalaman diperlukan agar pemerintah memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi sebenarnya.

"Tapi setahu saya turis di Bali itu bertambah. Kita positif, kita harus berpikiran positif bahwa pariwisata kita akan lebih maju lagi ke depan," demikian Evita.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya