Berita

Ilustrasi pergerakan IHSG. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

IHSG-Rupiah Babak Belur, Pasar Tunggu Arah Kebijakan BI

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 17:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 21 September 2026.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir di level 6.384, turun 56 poin atau 0,88 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terjadi pada mayoritas saham. Sebanyak 354 saham melemah, sementara 280 saham menguat dan 156 saham lainnya stagnan.


Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 26 miliar saham dan nilai transaksi Rp11 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 1,83 juta kali, dengan kapitalisasi pasar turun menjadi Rp11.189 triliun.

Tekanan juga terjadi di pasar valuta asing. Mengutip data Bloomberg, Rupiah ditutup di level Rp17.847 per Dolar AS, melemah 89 poin atau 0,50 persen dari perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap pasar terjadi di tengah meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

"Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah kelompok Houghi Yaman yang didukung Iran menyatakan telah menyerang lokasi "sensitif" di ibu kota Arab Saudi, Riyadh menggunakan rudal dan pesawat drone serta menyerang fasilitas Aramco di Yanbu yang terletak di tepi Laut Merah, pusat utama ekspor minyak," kata Ibrahim dalam risetnya.

Sementara dari sisi domestik pelaku pasar disebut tengah menunggu kebijakan dari Bursa Komoditas yang dibentuk pemerintah untuk mengendalikan harga.

"Perhatian pasar terhadap Indonesia tertuju pada kebijakan teknis dari keputusan pemerintah membentuk bursa komoditas untuk mengendalikan harga," kata Ibrahim.

Selain itu, pasar kata Ibrahim juga masih menunggu keputusan suku bunga yang akan diambil Bank Indonesia (BI) pada Rabu, 23 September 2026.

"Pasar akan mencermati keputusan BI di tengah dinamika nilai tukar rupiah, inflasi serta kebijakan bank sentral global yang terfragmentasi," tandasnya.

Ibrahim memprediksi mata uang Rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.840 hingga Rp17.900 per Dolar AS pada perdagangan Selasa 22 September 2026.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya