Berita

Representative Image (Foto: AI)

Dunia

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 14:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Eskalasi konflik antara Arab Saudi dan Kelompok Militer Houthis Yaman terus meningkat. 

Houthi pada Senin, 21 September 2026 menyebut Saudi telah melancarkan 760 serangan udara sejak meningkatkan serangannya terhadap negara tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan, dalam 24 jam terakhir, pesawat tempur Saudi melancarkan 28 serangan udara menggunakan jet F-15 dan Eurofighter Typhoon yang beroperasi dari pangkalan udara Khamis Mushait dan Taif.


Menurut Saree, serangan menyasar wilayah Ta'iz, al-Jawf, dan Ma'rib. Serangkaian serangan terbaru itu menambah jumlah keseluruhan serangan udara Arab Saudi menjadi 760 kali sejak eskalasi dimulai.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Sanaa (pemerintahan Houthi di Yaman) Omar Al-Bukaiti memperingatkan bahwa serangan berkelanjutan terhadap sasaran sipil akan memicu respons Yaman yang lebih kuat. 

"Serangan berkelanjutan Arab Saudi akan membawa konsekuensi berat bagi Riyadh," kata Al-Bukaiti, seraya menegaskan pasukan mereka akan merespons dengan kemampuan terkuat dan tidak akan ragu menyerang target-target Saudi untuk mencegah agresi lebih lanjut.

Al-Bukaiti juga menyebut serangan Saudi sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Yaman dan mengatakan pesawat Saudi turut menargetkan wilayah sipil di ibu kota Sana'a. 

Dia juga membantah klaim Saudi bahwa pasukan Yaman menyerang Kota Suci Makkah dan menyebut tuduhan tersebut bohong.

Di tengah eskalasi tersebut, Houthi mengklaim telah merebut Gunung al-Aghbarah di Provinsi Lahij yang menghadap Selat Bab al-Mandab. 

Mereka juga menyatakan telah mendorong mundur kelompok bersenjata Yaman yang didukung Saudi dari sejumlah wilayah pesisir, termasuk pelabuhan strategis al-Mokha dan sejumlah pulau di kawasan tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya