Berita

PM Australia Anthony Albanese (Foto: X)

Global

Australia Desak AS dan Tiongkok Sepakati Aturan Pengendalian AI

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 13:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, sebagai dua negara terdepan dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI), untuk mencapai kesepakatan terkait perkembangan teknologi tersebut.

Albanese mengatakan perlu ada aturan global untuk mengatur pengembangan AI yang berlangsung sangat cepat. 

Menurutnya, Australia juga memiliki peran dalam mendorong pembentukan aturan tersebut dan memastikan manusia tetap memegang kendali atas teknologi AI.


"Saya tentu menerima bahwa ada risiko dan itulah sebabnya kita perlu memitigasi mereka," kata Albanese kepada wartawan saat mengunjungi kantor pusat Apple di Cupertino, California, dikutip Senin, 21 September 2026.

"Ada kebutuhan untuk diskusi tentang apa kerangka global untuk peluncuran AI, karena ini bergerak sangat cepat, dan kita perlu memastikan bahwa manusia tetap memegang kendali," sambungnya.

Dalam wawancara dengan program ABC Insiders, Albanese menilai AS dan Tiongkok merupakan dua kekuatan besar dalam perkembangan AI sehingga kerja sama keduanya diperlukan. 

Dia mendorong kedua negara mencapai kesepakatan yang dapat dianalogikan dengan perjanjian nonproliferasi nuklir yang ditandatangani pada 1970.

"Keduanya adalah raksasa di sini, jadi kami ingin melihat kerja sama. Presiden Trump, tentu saja, akan bertindak demi kepentingan Amerika Serikat. Tetapi kita semua perlu bertindak demi kepentingan kemanusiaan," tegasnya. 

Seruan tersebut disampaikan di tengah perdebatan mengenai kecepatan pengembangan AI. CEO Anthropic Dario Amodei, dengan dukungan CEO OpenAI Sam Altman dan Elon Musk, menyerukan perlambatan pengembangan AI secara terkoordinasi. 

Namun, Presiden AS Donald Trump menolak perlambatan AI dengan alasan hal itu dapat memberikan keuntungan bagi Tiongkok. 

Albanese dijadwalkan membahas aturan global terkait AI dengan para pemimpin negara yang memiliki pandangan sejalan dalam Sidang Umum PBB. 

Australia juga tengah menyiapkan standar nasional untuk AI dan pusat data, termasuk aturan mengenai keselamatan, lingkungan, dan industri.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya