Berita

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo (Foto: RMOL)

Hukum

KPK Usut Aliran Dana Operasional Gubernur Papua Senilai Rp1,2 Triliun

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 12:32 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi pengelolaan dana penunjang operasional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua. 

Terbaru, tim penyidik memeriksa lima saksi dari pihak bank pelat merah di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis, 17 September 2026  hingga Jumat, 18 September 2026.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin siang 21 September 2026.


Menurut Budi, pemeriksaan tersebut difokuskan untuk mendalami dugaan pencairan dana operasional Gubernur Papua tahun 2022 yang diduga fiktif dan bernilai fantastis. 

"Para saksi didalami pengetahuannya terkait dugaan pencairan dana operasional Gubernur Papua tahun 2022 yang diduga fiktif, dengan nilai mencapai triliunan Rupiah," jelasnya.

Kasus ini merupakan pengembangan penyidikan atas perkara korupsi pengelolaan dana operasional Pemprov Papua yang sebelumnya telah menjerat mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua, Dius Enumbi (DE).

KPK menetapkan Dius Enumbi sebagai tersangka pada 11 Juni 2025. Dalam perkara ini, Dius diduga bersekongkol dengan mendiang mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe, melakukan rasuah yang merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp1,2 triliun. Sebagian aliran dana haram tersebut diduga digunakan untuk membelanjakan pesawat pribadi (private jet) berlabel RDG Airlines yang kini berada di luar negeri.

Sebagai bagian dari komitmen penuntasan perkara, KPK sebelumnya juga telah menggeledah Kantor Sekretariat Daerah Pemprov Papua pada Senin 4 November 2024 dan mengamankan sejumlah dokumen penting serta barang bukti elektronik.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya