Berita

Ilustrasi bendera partai politik. (Foto: RMOL)

Politik

Partai Tak Lolos PT Diusulkan Tetap Bisa Kirim Wakil

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 11:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa mendorong kemungkinan adanya mekanisme penggabungan representasi bagi partai politik yang tidak mencapai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

Menurut Hensa, mekanisme tersebut dapat menjadi salah satu opsi yang dibahas dalam perumusan sistem pemilu untuk memastikan suara pemilih tetap memiliki saluran representasi di parlemen.

Ia menegaskan, penentuan calon yang berhak menjadi wakil rakyat tetap dapat mengacu pada perolehan suara masing-masing calon.


“Siapa yang lolos ya? Tetap saja calon anggota yang suaranya paling banyak,” kata Hensa dalam keterangannya, Senin, 21 September 2026.

Dengan mekanisme tersebut, peluang menjadi wakil rakyat tidak semata-mata diberikan karena partai mendapatkan pengecualian dari parliamentary threshold. Perolehan suara calon tetap menjadi salah satu dasar dalam menentukan siapa yang memperoleh kursi.

Hensa berpandangan, pembahasan parliamentary threshold perlu memperhatikan dua hal sekaligus, yakni penataan sistem kepartaian dan bagaimana suara pemilih tetap dapat dikonversi menjadi representasi politik.

Karena itu, perdebatan mengenai ambang batas parlemen menurutnya tidak cukup hanya berkutat pada angka 4 persen, 5 persen, atau besaran lainnya.

“Yang juga perlu dijawab adalah bagaimana desain sistem pemilu dapat menekan sebanyak mungkin suara yang tidak terkonversi menjadi representasi di parlemen,” pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya