Berita

Menkeu Suahasil Nazara melantik 14 pejabat Kementerian Keuangan pada Senin, 21 September 2026. (Foto: Dok Kemenkeu)

Bisnis

Menkeu Suahasil Lantik 14 Pejabat Kemenkeu, DJP hingga Bea Cukai Dapat Pesan Khusus

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 11:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik 12 pejabat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (pejabat eselon II) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan dua pejabat Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), pada Senin, 21 September 2026.

Pelantikan tersebut antara lain mencakup pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 293 Tahun 2026, Nomor 218 Tahun 2026, dan Nomor 219 Tahun 2026.

Dalam pelantikan tersebut Suahasil menekankan pentingnya penguatan kinerja organisasi, terutama dalam mengoptimalkan penerimaan negara dan menjaga stabilitas keuangan.


Kepada pejabat di lingkungan DJP, Suahasil mengingatkan pentingnya pencapaian target penerimaan negara melalui sistem perpajakan yang kredibel dan adil.

"Kita membutuhkan Direktorat Jenderal Pajak yang mampu membaca perekonomian Indonesia, memahami perilaku wajib pajak, dan menerjemahkannya menjadi keputusan yang tepat. Target penerimaan sangat penting dan kita penting untuk membangun sistem perpajakan yang kredibel, adil, dan mampu menopang keuangan negara secara berkelanjutan," ujar Suahasil di Gedung Kemenkeu, Jakarta.

Sementara itu, kepada jajaran DJBC, Suahasil meminta penguatan pengawasan berbasis risiko dan kemampuan membaca pola pelanggaran. Pengawasan, kata dia, tidak boleh hanya dilakukan setelah pelanggaran terjadi.

Di sisi lain, Bea Cukai juga harus menjalankan fungsi pengumpulan penerimaan negara sekaligus membina usaha masyarakat, khususnya yang berorientasi ekspor.

"Dari kegiatan ekonominya diperhatikan, dan karena itu kita nantinya mengurangi nantinya kegiatan-kegiatan ilegal yang tidak perlu. Namun, di sisi lain, Direktorat Jenderal Bea Cukai juga adalah fungsi Kementerian Keuangan mengumpulkan penerimaan, dan juga memiliki fungsi Kementerian Keuangan untuk melakukan pembinaan terhadap usaha masyarakat, terutama yang berorientasi kepada ekspor," bebernya.

Suahasil juga meminta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) memandang APBN sebagai instrumen yang turut menggerakkan perekonomian.

Pengelolaan kas negara, lanjutnya, harus semakin presisi agar belanja pemerintah dapat direalisasikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sememtara pejabat Sekretariat KSSK diminta memperkuat koordinasi antaranggota komite. Koordinasi tersebut juga perlu melibatkan Danantara yang mulai diikutsertakan dalam sejumlah rapat terakhir.

Berikut 14 pejabat yang dilantik:


Sekretariat Jenderal
- Teddy Suhartadi Permadi sebagai Sekretaris Pengadilan Pajak.
- Bismar Fahlerie sebagai Wakil Sekretaris Pengadilan Pajak.

Ditjen Pajak
- Agung Krisdiyanto sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan Perpajakan.
- Sekti Widihartanto sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Ihsan Priyawibawa sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Utara.
- Ani Natalia sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Papua, Papua Barat dan Maluku.

Ditjen Bea dan Cukai
- Agus Amiwijaya sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai.
- Estty Purwadiani Hidayatie sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi.
- Adhang Noegroho Adhi sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Maluku.
- Galih Elham Setiawan sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

Ditjen Perbendaharaan
- Evy Mulyani sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah.

Ditjen Kekayaan Negara:
- Panca Putra Jaya sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat.

Pejabat Ex-Officio Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK):
- Herman Saheruddin sebagai Pejabat Ex-Officio Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan.
- Ayu Sukorini sebagai Pejabat Ex-Officio Direktur Asesmen Pasar Keuangan, Sistem Pembayaran, dan Lembaga Keuangan Lainnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya