Berita

Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Pergantian Menteri Keuangan Jangan Sampai Hidupkan Kembali Zona Nyaman Birokrasi

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 10:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa dinilai tidak boleh sekadar menjadi rotasi figur tanpa menuntaskan akar persoalan di tubuh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), khususnya Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menyoroti rangkaian peristiwa mulai dari langkah tegas Purbaya merombak pejabat Kemenkeu hingga pencopotan dirinya dari kursi Menkeu sebagai hal yang patut ditelaah secara serius.

"Purbaya sejak awal mengambil sikap keras terhadap Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai. Ia secara terbuka menyatakan akan mengubrak-abrik kedua institusi tersebut dan memberi sinyal mengganti pejabat yang tidak berkinerja," ujar Saiful kepada RMOL, Senin 21 September 2026.


Menurutnya, rangkaian peristiwa penertiban hingga pencopotan menteri ini memunculkan pertanyaan publik: apakah hal tersebut murni urusan administratif, atau ada benturan kepentingan yang lebih dalam di internal Kemenkeu? Terlebih, setelah Suahasil Nazara menjabat sebagai Menkeu pengganti, muncul wacana untuk meninjau kembali sebagian keputusan perombakan pejabat yang dibuat di era kepemimpinan sebelumnya.

Saiful tidak mempermasalahkan perbedaan gaya kepemimpinan antarmenteri. Purbaya dikenal lewat pendekatan keras berupa evaluasi, rotasi, dan ancaman pergantian pejabat, sementara kepemimpinan baru lebih menekankan kesinambungan serta koordinasi. Kendati demikian, ia mengingatkan agar pergeseran gaya ini tidak mencederai esensi pembenahan.

"Yang harus dipastikan adalah jangan sampai perubahan gaya kepemimpinan berujung pada kembalinya zona nyaman birokrasi," tegas Saiful.

Ia mengingatkan bahwa sektor Bea Cukai memegang peran krusial bagi penerimaan negara dan pengawasan ekonomi lintas batas. Oleh karena itu, jika ada resistensi dari kelompok internal yang merasa kepentingannya terganggu, pemerintah harus menjelaskannya secara transparan.

"Kalau memang ada resistensi internal terhadap reformasi, mengganti menteri tidak otomatis menyelesaikan masalah. Yang berganti bisa saja menterinya, tetapi jejaring kepentingan di bawahnya tetap bertahan. Dan di sinilah Presiden Prabowo harus berhati-hati," lanjutnya.

Saiful memperingatkan agar konflik tata kelola tidak diselesaikan sekadar dengan mendepak figur di pucuk pimpinan. Jika pola ini dibiarkan, pesan yang ditangkap oleh birokrasi akan sangat berbahaya: bahwa setiap pejabat yang mencoba membongkar zona nyaman pada akhirnya akan kalah oleh sistem yang jauh lebih kuat.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya