Berita

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni bersama Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Kaja Gloom meninjau kesiapan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. (Foto: Kemenhut)

Politik

Mitigasi Karhutla di TN Way Kambas Diperkuat

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 09:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni bersama Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Kaja Gloom meninjau kesiapan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana mitigasi Karhutla di kawasan konservasi berjalan optimal, sekaligus melihat kesiapan petugas dalam menghadapi potensi kebakaran.

Mitigasi dilakukan secara aktif melalui pemantauan titik panas menggunakan sistem SIPONGI, pembangunan pos pantau Karhutla, serta pembentukan tim gabungan yang melibatkan lintas instansi.


Penanganan di lapangan juga didukung mobil slip on untuk mempercepat proses pemadaman. Upaya tersebut diperkuat dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pengerahan helikopter water bombing untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran di kawasan konservasi.

“Berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” ujar Menhut, Senin, 21 September 2026.

Penanganan Karhutla di kawasan konservasi tidak hanya mengandalkan satu metode, tetapi dilakukan melalui pemadaman darat, dukungan water bombing, dan OMC. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat perlindungan kawasan konservasi karena kawasan tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang harus dijaga.

Untuk kesiapan personel, TN Way Kambas didukung 17 anggota Manggala Agni dan 44 Polisi Kehutanan. Sarana yang disiagakan meliputi tujuh kendaraan roda empat, 33 kendaraan roda dua dan tiga, delapan set mesin pompa beserta kelengkapannya, 60 jetshooter, serta dua tenda.

Pengecekan sarpras bersama Dubes Norwegia tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan mitigasi dan perlindungan kawasan konservasi dari ancaman Karhutla.

Taman Nasional Way Kambas saat ini juga sedang berproses menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan pembiayaan taman nasional. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan skema pengelolaan taman nasional melalui Satgas Pembiayaan Taman Nasional.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya