Berita

Peringatan keamanan untuk warga Amerika Serikat di Arab Saudi (Unggahan akun X @TravelGov)

Dunia

AS Minta Warganya di Arab Saudi Waspada

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) membatasi perjalanan pegawai pemerintahnya ke dua kota di Arab Saudi, yakni Taif dan Yanbu karena situasi keamanan di kawasan tersebut masih berlangsung dan dinilai berisiko.

Dalam peringatan keamanan yang dikeluarkan pada Minggu, 20 September 2026, Misi AS di Arab Saudi menyatakan pegawai pemerintah AS yang bekerja di negara tersebut kini harus mendapatkan izin khusus untuk melakukan perjalanan resmi maupun pribadi ke Taif dan Yanbu.

“Karena situasi keamanan yang sedang berlangsung di Arab Saudi, pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi kini memerlukan izin khusus untuk semua perjalanan resmi dan pribadi” ke dua kota tersebut, demikian bunyi peringatan tersebut, dikutip Senin, 21 September 2026.


Misi AS juga mendesak seluruh warga negara Amerika di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta menghindari demonstrasi dan kerumunan besar, menjauhi area dengan kehadiran polisi dalam jumlah besar, serta berhati-hati di lokasi yang secara terbuka terkait dengan Amerika.

Warga AS juga diminta memastikan telepon seluler selalu terisi daya, memantau media lokal dan mengikuti arahan otoritas setempat. Mereka juga dianjurkan untuk menjaga profil tetap rendah atau tidak mencolok.

Jika terjadi serangan udara, warga diminta segera mencari tempat perlindungan yang aman, menjauh dari jendela dan pintu, serta menghindari kemungkinan terkena pecahan kaca atau puing yang berjatuhan. Mereka juga diminta terus memantau telepon dan media untuk mendapatkan informasi resmi.

Meski peringatan keamanan tersebut dikeluarkan, Misi AS menyatakan layanan konsuler reguler dan darurat bagi warga negara Amerika tetap beroperasi di seluruh Arab Saudi. Warga yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi kedutaan atau konsulat AS terdekat.

Pembatasan perjalanan ini dikeluarkan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Sehari sebelumnya, Washington juga meminta warga Amerika yang berada di luar Timur Tengah untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke atau melalui kawasan tersebut karena adanya risiko eskalasi yang berlangsung cepat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya