Berita

Konferensi pers Forum Korwil Qonun Asasi Nahdlatul Ulama di Jakarta Selatan, Minggu, 20 September 2026. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 19:29 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wacana Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ulang yang belakangan muncul dinilai tidak memiliki dasar yang jelas jika hanya didorong ketidakpuasan terhadap hasil Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Juru bicara Forum Korwil Qonun Asasi NU, Syamsudin M Pay menegaskan, Muktamar ulang tidak dapat digelar hanya karena ada pihak yang tidak menerima hasil forum.

"Tidak boleh ada Muktamar ulang hanya karena ada pihak yang tidak menerima hasil Muktamar," kata Syamsudin dalam konferensi pers Forum Koordinator Nasional dan Koordinator Wilayah Tim Qonun Asasi Muktamar ke-35 NU di Restoran Sederhana Satrio, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu, 20 September 2026.


Jika ada dasar untuk menggelar Muktamar ulang, pihak yang menggagas harus menjelaskan pasal AD/ART yang menjadi dasar, keputusan organisasi yang memberikan kewenangan, serta organ NU yang berwenang menyelenggarakannya.

"Jangan mengganti keputusan forum muktamirin dengan kehendak sepihak. Kalau ada pelanggaran, tunjukkan buktinya. Kalau yang dimaksud Muktamar Luar Biasa, tunjukkan dasar dan penuhi mekanismenya," tegasnya.

Qonun Asasi yang merupakan tim pemenangan KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin menyebut Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum telah berlangsung dan menyelesaikan seluruh agenda organisasi.

Salah satu keputusan forum adalah mekanisme pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU melalui sembilan kiai yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Dari 552 suara, sebanyak 401 suara menyetujui mekanisme AHWA. Selanjutnya, sembilan anggota AHWA menjalankan mandat forum dan menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 secara mufakat.

Penetapan tersebut disebut mendapat dukungan dari 472 cabang. Forum Korwil Qonun Asasi menilai hasil Muktamar Jombang merupakan mandat forum Muktamirin, bukan keputusan perseorangan maupun kelompok tertentu.

Forum tersebut juga menyoroti ketentuan AD/ART NU mengenai Muktamar Luar Biasa.

Pasal 74 Ayat 1 ART NU menyebutkan Muktamar Luar Biasa dapat diselenggarakan apabila Rais Aam dan atau Ketua Umum Pengurus Besar melakukan pelanggaran berat terhadap ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Sementara Ayat 2 mengatur Muktamar Luar Biasa dapat diselenggarakan atas usulan sekurang-kurangnya 50 persen ditambah satu dari jumlah wilayah dan cabang.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya