Berita

Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya. (Foto: Istimewa)

Politik

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 23:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tidak hanya manusia sebagai warga negara, sejarah berdirinya Republik Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran dokter.

Begitu dikatakan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya dalam diskusi publik bertajuk “Menata Kesempatan yang Adil bagi Retaker Dokter: Tantangan dan Solusi ke Depan” di Ruang Literasi Kaliurang, Yogyakarta.

“Republik ini lahir dari tangan dokter. Bukan kita saja yang lahir dari tangan bidan dan dokter,” kata Willy, Sabtu 19 September 2026.


Willy mengatakan pandangan tersebut juga menjadi salah satu alasan dirinya terlibat dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pendidikan Kedokteran saat menjadi Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Periode 2019-2024.

Menurut dia, pendidikan kedokteran merupakan perjumpaan dua hal yang sangat elementer dalam kehidupan masyarakat. 

“Karena pendidikan kedokteran itu perjumpaan dari dua hal yang paling elementer dalam hidup kita. Satu itu pendidikan, yang kedua itu kedokteran,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Legislator Nasdem ini juga menyoroti persoalan yang dihadapi para retaker dokter, termasuk mereka yang belum lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). 

Saat ini, retaker dokter ada sebanyak 1023 orang. Ia menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kelulusan, tetapi juga menyangkut sistem pendidikan kedokteran secara keseluruhan.

Willy menyebut sistem pendidikan kedokteran di Indonesia masih menghadapi persoalan feodalisme dan liberalisme. 

“Feodalisme yang paling akut ada di mana? Fakultas kedokteran. Liberalisme yang paling akut ada di mana? Fakultas kedokteran,” urainya. 

Willy juga menekankan pentingnya mengembalikan nilai humanisme dalam pendidikan kedokteran. Menurutnya, dokter tidak cukup hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga harus menjadikan kemanusiaan sebagai landasan dalam menjalankan profesinya.

“Kita bersama-sama mengembalikan sumpah kedokteran. Apa sumpahnya? Mereka bersumpah atas nama kemanusiaan,” beber Willy.

Lebih lanjut, Willy berpesan kepada para calon dokter agar kelak tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi. 

“Ketika nanti Anda lulus UKMPPD, jadilah dokter yang humanis. Jadilah dokter yang membela rakyat. Jadilah dokter yang berpraktik untuk rakyat,” demikian Willy. 

Hadir dalam diskusi publik tersebut, Ketua Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) Mikawirdani, Dokter RS Sadewa Dinda Rizki, dan Satria Aji Imawan Akademisi Undip.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya