Berita

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan (Foto: Kemenhut)

Politik

Beda dengan Manusia, Satwa Liar Tak Bisa Minta Tolong Saat Karhutla

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 10:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perlindungan satwa liar menjadi bagian penting dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Dampak Karhutla tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga satwa liar yang rentan terhadap kebakaran dan tidak dapat meminta pertolongan ketika berada dalam kondisi terancam.

“Dampak karhutla ini tidak hanya kepada manusia, tapi makhluk hidup yang lain yang kebetulan mereka adalah makhluk hidup yang vulnerable terhadap karhutla,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan, Kamis, 17 September 2026.

Satwa liar sendiri memiliki keterbatasan untuk menyampaikan kondisi mereka ketika menghadapi ancaman Karhutla. Hal tersebut berbeda dengan manusia yang dapat memberikan tanda atau meminta bantuan ketika berada dalam keadaan darurat.


“Mereka makhluk hidup yang tidak bisa meminta tolong, ya. Meminta, memberikan aba-aba SOS dan lain sebagainya. Berbeda dengan manusia,” katanya.

Karena kondisi tersebut, jajaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di berbagai wilayah diminta turut memperkuat upaya perlindungan satwa liar di tengah penanganan Karhutla. Penyelamatan satwa perlu berjalan beriringan dengan upaya pemadaman api.

“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran, BKSDA, di semua balai, ya. Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” ujarnya.

Dalam penanganan dampak Karhutla terhadap orangutan, Kemenhut bersama lembaga mitra juga telah menyiapkan jalur pelaporan bagi masyarakat. Warga yang menemukan orangutan di desa diminta tidak memberikan makanan atau melakukan penanganan sendiri, melainkan segera menghubungi call center agar BKSDA bersama mitra dapat melakukan penyelamatan.

Penanganan satwa terdampak juga didukung sejumlah kebutuhan medis, termasuk oksigen dan nebulizer untuk membantu gangguan pernapasan. Peralatan untuk proses evakuasi serta dukungan dari dokter hewan juga disiapkan untuk mendukung penanganan satwa yang membutuhkan pertolongan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya