Berita

Komandan Puspomau Marsekal Muda TNI Daan Sulfi (kanan). (Foto: Istimewa)

Pertahanan

Empat Prajurit TNI AU Jadi Tersangka Kasus Kematian Serda Ahmad Muzammil

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 19:02 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kematian Serda Ahmad Muzammil Farisa akibat penganiayaan pada Kamis 10 September 2026 memasuki babak baru.

Pusat Polisi Militer TNI AU (Puspomau) menetapkan empat orang prajurit TNI AU menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan berujung meninggalnya Serda Ahmad Muzammil Farisa.

"Telah ditetapkan empat orang tersangka,” kata Komandan Puspomau Marsekal Muda (Marsda) TNI Daan Sulfi kepada wartawan, Rabu, 16 September 2026.


Empat prajurit TNI AU yang menjadi tersangka yakni Serda Mayzard Try Surya Anggara, Serda Andri Hiskia, Serda Muh. Aldhi D, dan Serda Jordan Martua. 

Ternyata korban penganiayaan bukan hanya Serda Ahmad. Sebab penyidik Puspomau menemukan dua korban lain yang turut dianiaya. Keduanya adalah Serda ZN dan Serda RP.

Awalnya Serda Mayzard menghubungi Serda RP melalui sambungan telepon untuk meminta bantuan. 

Sayangnya, Serda RP di tengah percakapan, menutup sambungan telepon tersebut dan membuat Serda Mayzard marah.

Serda Mayzard kemudian mengumpulkan juniornya di belakang Mess Galaksi pada Rabu, 9 September 2026 pukul 21.10 WIB. 

Serda RP kemudian dihukum push up dan sit up masing-masing 100 kali. Saat menjalani hukuman, tiga tersangka lainnya, yakni Serda Jordan Martua, Serda Muh. Aldhi D, dan Serda Andri Hiskia tiba di lokasi untuk bergabung ikut menganiaya.

”Setelah menerima pukulan ketiga, korban langsung jatuh jongkok dan lemas, terjatuh, kemudian berikutnya langsung pingsan,” kata Daan.

Saat pingsan, para tersangka panik dan membawa Serda Ahmad ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat. Namun naas nyawa Serda Ahmad tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Empat tersangka dijerat Pasal 131 Ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM) juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Kemudian Pasal 467 Ayat (3) juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. 

Kemudian Pasal 466 Ayat (3) juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai penganiayaan yang mengakibatkan kematian dan Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 terkait keterlibatan dalam aksi penganiayaan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya