Berita

Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

IHSG-Rupiah Kompak Anjlok, Gejolak Timur Tengah Kembali Bayangi Pasar

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 18:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 16 September 2026.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir di level 6.436, turun 24 poin atau 0,38 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terjadi pada mayoritas saham. Sebanyak 439 saham melemah, sementara 201 saham menguat dan 151 saham lainnya stagnan.


Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 24 miliar saham dan nilai transaksi Rp12,2 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 1,8 juta kali, dengan kapitalisasi pasar turun menjadi Rp11.253 triliun.

Tekanan juga terjadi di pasar valuta asing. Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.696 per dolar AS, melemah 2 poin atau 0,01 persen dari perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan Dolar AS masih dipengaruhi meningkatnya risiko geopolitik dan gangguan pasokan minyak di Timur Tengah.

“Gangguan pasokan Timur Tengah terus berlanjut setelah laporan menyebutkan bahwa Arab Saudi telah menghentikan pemuatan di pelabuhan Yanbu setelah eksportir minyak mentah terbesar dunia itu menutup pipa minyak Timur-Barat (East-West pipeline) di tengah serangan dari kelompok Houthi Yaman yang berafiliasi dengan Iran dalam beberapa minggu terakhir,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Kelompok Houthi kembali melancarkan serangan terhadap Arab Saudi minggu ini, di mana Riyadh menyatakan pada Rabu dini hari bahwa mereka telah mencegat sebuah pesawat nirawak (drone) di sebelah selatan Kota Suci Mekkah.

“Agresi Houthi terhadap Arab Saudi diperkirakan akan mengganggu sekitar 4 persen hingga 5 persen pasokan minyak global. Situasi ini terjadi di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz,” kata Ibrahim.

Di sisi lain, pelaku pasar tengah menunggu keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan Kamis dini hari pukul 01.00 WIB. 

“Pasar keuangan memperkirakan bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen,” kata Ibrahim.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti tantangan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan disiplin fiskal.

“Kredibilitas fiskal memiliki nilai bukan semata karena neraca pemerintah terlihat sehat, melainkan karena kesehatan tersebut menciptakan ruang bagi pemerintah untuk bertindak ketika terjadi guncangan ekonomi,” kata Ibrahim.

Namun, ia mengingatkan kondisi global yang masih ditandai mahalnya global duration serta permintaan domestik yang belum sepenuhnya kuat membutuhkan kehati-hatian dalam menentukan kecepatan konsolidasi fiskal.

Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan melemah pada perdagangan Kamis 17 September 2026. Ia memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp17.690 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya