Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi pasien korban keracunan makan bergizi gratis di Rumah Sakit Efarina Etaham, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, 11 September 2026.(Dok. wapresri.go.id)

Politik

Kunker Gibran ke Lokasi Karhutla dan Korban MBG Patahkan Tudingan Minim Kerja

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 14:04 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kunjungan kerja (Kunker) Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah daerah, dinilai sebagai kerja nyata pemerintah saat Presiden Prabowo Subianto tengah muhibah ke luar negeri. 

Pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi mengatakan, kunker Gibran seperti saat mendatangi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanah Karo, Sumatera Utara, serta ke Kalimantan untuk menilik kebakaran hutan dan lahan, adalah bentuk kehadiran pemerintah.

"Tentu saja Gibran ingin mengesankan pemerintah pusat tidak lepas tangan terhadap polemik persoalan karut marut program MBG yang masih terus menyisakan persoalan di masyarakat," ujar Ari saat dihubungi, Rabu, 16 September 2026.


"Demikian pula halnya dengan karhutla yang melanda di banyak daerah di Kalimantan, Sumatera hingga Jawa. Pemerintah melalui representasi Gibran menunjukkan pemerintah terus hadir di saat rakyatnya tengah tertimpa musibah,” sambungnya.

Ari yang juga Direktur Eksekutif lembaga survei Nusakom Pratama ini menjelaskan, arti kunjungan Gibran bisa berdampak jika Gibran melepaskan diri dari aturan-aturan formal yang mengikatnya, serta kunjungannya berdampak nyata dan tidak sekedar “omon-omon” bagi korban program MBG dan korban Karhutla.

“Syukurlah kedatangan Gibran yang berani meminta maaf kepada korban dan keluarga korban keracunan omprengan MBG menjadi sinyal positif keberanian di tengah pimpinan Badan Gizi Nasional sendiri masih berkutat pada saling salah menyalahkan pengelola dapur SPPG,” ucapnya,

Ari pun memuji langkah taktis Gibran yang meminta korban keracunan MBG untuk menjalani perawatan lanjutan di Jakarta serta memohon. Hal ini menegaskan peran Gibran yang menjadi representasi hadirnya pemerintah dan sekaligus menampik tudingan banyak pihak yang banyak memberikan kritik negatif kepada wapres yang disebut minim kerja.

“Dan yang mengesankan, Gibran mau memboyong korban keracunan omprengan MBG untuk berobat lanjutan ke Medan atau Jakarta. Sementara dari kedatangannya ke Kalimantan untuk memberi dukungan bagi upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan agar lebih terkoordinasi," tuturnya.

Menurutnya, Gibran menutupkan sebuah pesan politik yang jelas artikulasinya menyiratkan upaya pemadaman kebakaran hendaknya tidak melupakan penanganan bagi satwa-satwa yang terdampak.

Sehingga, Ari memandang kehadiran Gibran ke lokasi kebakaran menjadi penting, karena pemerintah juga perlu memiliki skenario ketika satwa harus segera dipindahkan dari habitat yang terancam menuju kawasan yang lebih aman.

Dalam konteks itu, Ari melihat langkah Gibran turun langsung sebagai momentum yang bisa menghasilkan tindak lanjut. Menurutnya, perhatian Wapres Gibran akan memiliki arti lebih besar apabila berujung pada kebijakan yang dapat diterapkan ketika krisis serupa kembali terjadi.

“Di tengah polemik penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kontroversi pelaksanaan program MBG, setidaknya Gibran memberi sinyal bahwa dirinya bukan sosok yang selama ini terkonstruksikan dalam pandangan publik sebagai orang yang tidak bisa bekerja," ungkapnya.

"Tetapi dia adalah figur dari orang yang bisa bekerja bahkan mengambil celah yang selama ini luput dari perhatian Presiden dan para pembantunya,” demikian Ari menambahkan.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya