Berita

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan dan Head of Corporate Banking UOB Indonesia Edwin Kadir (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Setiap Daerah Punya Harga, Investor Bebas Pilih Lokasi Investasi

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 11:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah mendorong investor tidak hanya melihat Jawa sebagai pilihan lokasi investasi. Setiap daerah dinilai memiliki keunggulan sekaligus konsekuensi yang perlu diperhitungkan investor sebelum menentukan lokasi usahanya.

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan, mengatakan pemerintah tidak menentukan lokasi yang harus dipilih investor. Pemerintah hanya memberikan gambaran mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing wilayah.

Menurutnya, investor yang memilih kawasan industri di Jawa Barat misalnya, harus mempertimbangkan harga lahan yang relatif lebih mahal. Namun, lokasi tersebut menawarkan kedekatan dengan Jakarta dan dukungan infrastruktur yang lebih baik.


Sementara Jawa Tengah menawarkan harga lahan dan biaya hidup yang lebih rendah, tetapi memiliki konsekuensi berupa akses yang relatif lebih jauh.

"Semua itu ada harganya. Tapi inilah konsekuensinya. Silakan Anda pilih mau di mana. Di sini ada plus-minusnya, di sana ada plus-minusnya, tapi yang jelas setiap daerah punya kelebihan tertentu," kata Saribua dalam UOB Media Editors Circle bertajuk "Reclaiming Global Trust: Indonesia's Investment Agenda for a Volatile World" di Jakarta, dikutip Rabu 16 September 2026.

Ia menambahkan, kalkulasi investor juga mencakup kondisi tenaga kerja hingga dukungan pemerintah daerah. Karena itu, daerah yang mampu memberikan kemudahan investasi diyakini lebih mudah menarik investor.

"Daerah-daerah yang sangat welcome terhadap investasi, percayalah orang akan datang ke sana," ujarnya.

Saribua mengatakan pemerintah juga memberikan penghargaan kepada daerah yang dinilai mampu memberikan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha, baik investor asing maupun domestik.

"Kalau orang mudah dapat izin, maka daerah itu akan tumbuh dengan sendirinya," tegasnya.

Sejalan dengan itu, Head of Corporate Banking UOB Indonesia Edwin Kadir mengatakan perbankan berupaya menjadi mitra strategis investor, bukan sekadar penyedia pembiayaan.

UOB, kata Edwin, menyediakan layanan dari tahap awal eksplorasi investasi hingga investor menjalankan bisnis di Indonesia. Layanan tersebut antara lain mencakup koordinasi dengan BKPM, notaris, konsultan, kawasan industri, hingga konsultan pajak.

"Kami tidak hanya fokus kepada lending saja, ya, tapi kami ingin menyediakan servis end-to-end," kata Edwin.

Menurutnya, pendekatan tersebut juga ditopang jaringan UOB di kawasan ASEAN. Investor dari luar negeri yang ingin masuk ke Indonesia dapat memperoleh pendampingan sekaligus akses ke jaringan regional bank tersebut.

Edwin mencontohkan investor asal China yang berminat masuk ke sektor pertambangan dan hilirisasi. UOB dapat membantu investor memahami persyaratan investasi, memilih kawasan industri yang sesuai, hingga menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia dan aspek perpajakan.

Edwin menilai minat investor terhadap Indonesia tetap besar karena ditopang fundamental ekonomi, pasar domestik yang luas, kekayaan sumber daya alam, serta pembangunan infrastruktur yang terus berlangsung.

"Indonesia, our fundamental is very strong. Kita marketnya besar sekali, sumber daya alam kita kaya sekali, infrastrukturnya juga sudah dibangun secara masif," ujarnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya