Berita

ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja dalam UOB Media Editors Circle bertema “Reclaiming Global Trust: Indonesia’s Investment Agenda for a Volatile World” di Jakarta, Selasa 15 September 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ekonom UOB Soroti TKDD: Trust Ekonomi Harus Dibangun dari Daerah

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 10:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepercayaan terhadap pemerintah dinilai perlu dibangun kembali dari dalam negeri, salah satunya dengan memastikan daerah mendapat kepastian dukungan fiskal dari pemerintah pusat.

ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja menyoroti tren penurunan transfer ke daerah (TKDD) yang menurutnya perlu menjadi perhatian. Ia mencatat, TKDD sempat mencapai sekitar Rp881 triliun pada 2023, namun kemudian menurun dan pada 2026 berada di bawah Rp700 triliun.

Menurut Enrico, kondisi tersebut dapat memengaruhi kepercayaan daerah terhadap pemerintah pusat. Padahal, kepastian dukungan fiskal dibutuhkan agar aktivitas ekonomi di berbagai wilayah tetap bergerak.


“Daerah itu butuh kepastian. Butuh trust bahwa pusat itu memperhatikan semua,” ujar Enrico dalam UOB Media Editors Circle bertema “Reclaiming Global Trust: Indonesia’s Investment Agenda for a Volatile World” di Jakarta, Selasa 15 September 2026.

Ia menilai Indonesia tidak bisa membangun pertumbuhan ekonomi hanya dengan bertumpu pada Pulau Jawa. Karakter dan kebutuhan setiap daerah berbeda sehingga kebijakan fiskal juga perlu mempertimbangkan kekuatan ekonomi masing-masing wilayah.

“Indonesia bukan Jawa. Indonesia itu luas sekali. Confidence itu harus datang dari kita. Ya sudah, kita trade dulu saja di dalam,” katanya.

Karena itu, Enrico mendorong pemerintah untuk meninjau kembali arah kebijakan transfer ke daerah. Menurut dia, penurunan yang cukup tajam perlu disikapi agar kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah tidak semakin tergerus.

“Jadi, buat saya ini penting, harus diputar setirnya sedikit, nih. Jangan ditekan banget,” ujarnya.

Selain memperkuat kepercayaan, kebijakan tersebut dinilai dapat kembali mendorong konsumsi domestik. Enrico menyebut sejumlah sektor yang memiliki efek pengganda tinggi, terutama makanan dan minuman, akomodasi serta transportasi.

Menurutnya, sektor-sektor tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi karena aktivitasnya bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menciptakan efek berantai ke sektor lainnya.

“Multiplier-nya tinggi semua nih. Akomodasi, food beverage, transport, inilah kajian dari Kementerian Keuangan nih, sebenarnya. They know. Tapi eksekusinya ini, menurut saya, harus mumpuni,” kata Enrico.

Ia menegaskan, membangun kembali kepercayaan tidak cukup berhenti pada perumusan kebijakan. Pemerintah perlu memastikan kebijakan tersebut benar-benar dieksekusi sehingga manfaatnya terasa di berbagai daerah.

“Jadi, kuncinya di situ. Bangun, lokalin,” pungkasnya.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya