Berita

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Saribua Siahaan (kedua dari Kiri) dalam dalam UOB Media Editors Circle 2026 di Jakarta, Selasa 15 September 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

BKPM: Mau Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Urusan Lahan dan Izin Harus Beres

RABU, 16 SEPTEMBER 2026 | 09:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebelum membuka pabrik, mengembangkan bisnis, atau menanamkan modal di Indonesia, investor umumnya lebih dulu mencari kepastian atas dua hal: perizinan dan lahan.

Dua persoalan tersebut kini menjadi perhatian pemerintah karena dinilai sebagai kunci untuk menciptakan iklim investasi yang lebih mudah sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Saribua Siahaan mengatakan kepastian lahan dan perizinan merupakan dua indikator utama yang diperhatikan investor sebelum memutuskan masuk ke Indonesia.


“Kalau dua hal ini sudah clear, selesai barang itu. Artinya, dia tinggal lihat domestic market, dia lihat sumber daya alam, tapi kuncinya di dua hal ini,” ujar Saribua dalam UOB Media Editors Circle 2026 di Jakarta, Selasa 15 September 2026.

Untuk persoalan lahan, pemerintah mendorong investor masuk ke kawasan industri yang telah diarahkan dan disiapkan. Langkah ini diharapkan memberikan kepastian mengenai status lahan, lokasi, luas area, hingga kebutuhan pengembangan usaha.

Sementara dari sisi perizinan, pemerintah terus mendorong digitalisasi agar proses investasi dapat berlangsung lebih cepat dan mudah. Saribua mengakui implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk benturan aturan dan ego sektoral.

“Belum sempurna? Yes. Banyak benturan? Yes. Ego sektoral? Yes. Karena memang inilah kunci kalau kita mau pertumbuhan ekonomi 8 persen. Tanpa investasi mudah dan inklusif, saya pikir enggak mungkin bisa kita capai pertumbuhan ekonomi 8 persen,” katanya.

Selain mempermudah investasi, pemerintah juga mendorong hilirisasi terhadap 28 komoditas yang telah ditetapkan. Investor yang bergerak di sektor tersebut diarahkan untuk membangun industri pengolahan di dalam negeri, bukan sekadar mengambil dan menjual bahan mentah.

Saribua menilai hilirisasi akan menciptakan nilai tambah sekaligus multiplier effect bagi perekonomian. Dengan demikian, investasi tidak hanya menghasilkan modal masuk, tetapi juga mendorong aktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Di tengah persaingan antarnegara dalam menarik investasi, pemerintah juga dituntut menawarkan kepastian dan kemudahan yang mampu membuat investor bertahan di Indonesia. Saribua mencontohkan Vietnam yang dinilai agresif menawarkan kemudahan, terutama dalam penyediaan lahan.

Karena itu, menurut dia, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi penting agar berbagai kebutuhan dasar investor dapat dipenuhi.

“Saya percaya kalau ini bisa, kebutuhan-kebutuhan dasar yang investor inginkan sebelum dia memutuskan berinvestasi bisa dipenuhi, selesai itu pertumbuhan ekonomi 8 persen itu,” kata Saribua.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya