Ilustrasi pergerakan IHSG. (Foto: RMOL/Alifia)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 15 September 2026.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir di level 6.461, turun 73 poin atau 1,13 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Tekanan terjadi pada mayoritas saham. Sebanyak 314 saham melemah, sementara 312 saham menguat dan 165 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 26 miliar saham dan nilai transaksi Rp12,7 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 1,7 juta kali, dengan kapitalisasi pasar turun menjadi Rp11.285 triliun.
Tekanan juga terjadi di pasar valuta asing. Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.694 per dolar AS, melemah 25 poin atau 0,14 persen dari perdagangan sebelumnya.
Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap pasar tidak terlepas dari kembali memanasnya konflik AS dan Iran yang berisiko mengganggu pasokan energi global.
Kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang sejumlah target di Arab Saudi pada Senin, 14 September 2026.
“Ini semakin mengancam ekspor minyak setelah serangan pekan sebelumnya melumpuhkan operasional pipa minyak lintas-negara (timur-barat) milik Riyadh,” kata Ibrahim dalam risetnya.
Selain itu, Ibrahim juga menyoroti sentimen dari pergantian Menteri Keuangan setelah Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatannya dan digantikan Suahasil Nazara.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan sosok yang mampu mengembalikan kepastian dan kredibilitas dalam pengelolaan fiskal serta memanfaatkan anggaran negara guna mendorong pertumbuhan.
Ibrahim menilai Suahasil merupakan sosok yang cocok untuk menggantikan posisi Purbaya. Menurutnya, penunjukan Suahasil akan memperkuat kepercayaan terhadap disiplin fiskal dan kerangka defisit di bawah 3 persen.
Akan tetapi, tantangan yang menunggu Suahasil disebut jauh lebih besar daripada sekadar menjaga angka defisit.
“Suahasil harus mengelola APBN di tengah kebutuhan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, membiayai program prioritas, menghadapi tekanan harga energi global, sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap kesehatan fiskal Indonesia,” kata Ibrahim.
Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan melemah pada perdagangan Rabu, 16 September 2026. Ia memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp17.690 hingga Rp17.750 per dolar AS.