Berita

Serah terima jabatan Kementerian Keuangan, Selasa 15 September 2026 (RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Pergantian Mendadak Menkeu Jadi Pelajaran Kekuasaan Tak Abadi

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara yang dilakukan secara mendadak menjadi sorotan publik. 

Pengamat politik Adi Prayitno menilai keputusan tersebut menunjukkan bahwa jabatan politik dapat berakhir kapan saja tanpa diduga.

Adi menyebut reshuffle kabinet biasanya diawali dengan berbagai sinyal atau prakondisi terkait menteri yang dianggap tidak berkinerja baik maupun menimbulkan kontroversi. Namun, kondisi tersebut tidak terlihat dalam pergantian Purbaya.


“Tak ada hujan dilakukan reshuffle kabinet. Biasanya kalau mau ada perombakan ada semacam prakondisi, kira-kira siapa yang diganti atau menteri apa yang dinilai tidak perform atau menteri yang dianggap kontroversi,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 15 September 2026.

Ia menilai Purbaya justru masih mendapat respons publik yang cukup positif, meski selama menjabat Menteri Keuangan tidak lepas dari kritik dan sorotan.

Menurut Adi, pergantian mendadak tersebut sekaligus memberikan pelajaran politik bahwa tidak ada kekuasaan yang bersifat abadi. Jabatan politik, termasuk posisi menteri sebagai pembantu presiden, sepenuhnya berada dalam kewenangan Presiden.

“Ini menegaskan satu hal bahwa tidak ada yang abadi di negara kita, bahwa kekuasaan hanyalah sesaat. Apalagi jabatan politik itu, apalagi hanyalah sebatas pembantu Presiden seperti menteri, wakil menteri, kepala badan dan seterusnya,” tuturnya.

Direktur Parameater Politik Indonesia itu menegaskan, posisi tersebut dapat berakhir sewaktu-waktu, termasuk ketika orang yang menduduki jabatan tersebut tidak memperkirakan pergantian akan terjadi.

Ia melihat situasi tersebut sebagai pembelajaran politik bahwa kekuasaan dapat datang dan berakhir tanpa diduga. Karena itu, setiap pejabat publik harus menyadari bahwa jabatan yang dimiliki bukan sesuatu yang permanen.

“Bahwa kekuasaan itu bisa hadir dan juga bisa selesai kapan pun tanpa diduga yang bersangkutan,” pungkas Adi.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya