Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Belum Kantongi RKAB 2026, Bayan Kesulitan Penuhi Kontrak Batu Bara

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 12:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menghadapi kendala dalam memenuhi kewajiban pasokan batu bara kepada sejumlah pelanggan setelah persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026 belum diterbitkan.

Dalam laporan informasi atau fakta material tertanggal 14 September 2026, Bayan menjelaskan bahwa kondisi tersebut berdampak pada tiga anak usahanya, yakni PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP).

Ketiga perusahaan tersebut telah menyampaikan pemberitahuan kepada para pelanggan pada 11 September 2026 terkait kondisi force majeure yang terjadi.


Bayan menyebut kondisi force majeure tersebut disebabkan oleh belum diterbitkannya persetujuan perubahan RKAB 2026. Persetujuan tersebut diperlukan agar anak-anak usaha Bayan dapat menjalankan kegiatan produksi batu bara secara sah sekaligus memenuhi kewajiban pasokan kepada pelanggan.

Padahal, permohonan perubahan RKAB 2026 telah diajukan oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, hingga laporan fakta material tersebut disampaikan, persetujuan perubahan RKAB masih belum diterbitkan.

Belum terbitnya persetujuan perubahan RKAB tersebut memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha Bayan dan anak-anak usahanya. Salah satu dampak utamanya adalah terganggunya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban pasokan batu bara berdasarkan Coal Supply Agreement (CSA) yang telah disepakati dengan para pelanggan.

Sebagai bentuk pemberitahuan atas kondisi yang berada di luar kendali perusahaan, TA, TJ, dan FSP telah menyampaikan pemberitahuan force majeure kepada pelanggan masing-masing. Bayan berharap pemberitahuan tersebut dapat membantu meminimalkan berbagai risiko dan konsekuensi yang mungkin timbul bagi perseroan maupun anak-anak usahanya selama persetujuan perubahan RKAB 2026 belum diterbitkan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya