Berita

Kepala Nuklir Iran Mohammad Eslami (Foto: X)

Global

AS Jegal Pejabat Nuklir Iran Hadiri Pertemuan IAEA di Wina

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 12:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat menghalangi pejabat nuklir Iran Mohammad Eslami menghadiri konferensi tahunan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria. 

Washington dilaporkan telah menekan Austria untuk mencegah Eslami memasuki negara tersebut.

Menteri Energi AS Chris Wright membenarkan bahwa Washington memberikan tekanan agar Eslami tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut. 


Menurutnya, Eslami merupakan individu yang telah dikenai sanksi sehingga tidak seharusnya dapat menghindari pembatasan yang diberlakukan terhadapnya. 

Wright mengatakan Eslami sebelumnya telah mengajukan permohonan pengecualian dari sanksi, namun permintaan tersebut ditolak. 

“Dia meminta keringanan sanksi dan permintaannya ditolak,” ungkap Wright, dikutip dari AFP, Selasa, 15 September 2026. 

Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan Eslami bersama delegasi Iran telah menaiki penerbangan reguler menuju Wina pada Sabtu, 13 September 2026. Namun, mereka disebut terhalang dalam perjalanan akibat diblokir AS.

Pejabat senior badan nuklir Iran Behrouz Kamalvandi mengecam tindakan tersebut sebagai tekanan politik yang bersifat intimidatif dan menilai keputusan itu dapat menjadi preseden yang berdampak lebih luas.

Seorang sumber diplomatik di Wina sebelumnya juga mengatakan tekanan AS menjadi penyebab di balik penolakan masuk terhadap Eslami.

Eslami seharusnya menghadiri konferensi umum tahunan IAEA yang berlangsung pekan ini. Ia bahkan menghadiri pertemuan serupa tahun lalu dan menyampaikan pidato atas nama Iran, meski sanksi terhadap dirinya telah berlaku.

Pemerintah Iran kemudian memanggil kuasa usaha Austria sebagai bentuk protes. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menilai keputusan Austria tidak dapat dibenarkan. 

“Penolakan pemerintah Austria untuk menerbitkan visa bagi delegasi Republik Islam Iran merupakan keputusan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan. Bagi kami, jelas bahwa insiden ini terjadi akibat tekanan Amerika, namun hal itu tidak melepaskan pemerintah Austria dari tanggung jawab," tegasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya