Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa. (Dok. F-PKB)

Politik

Komisi IX DPR Minta RS Siaga Tangani Pasien ISPA Akibat Karhutla

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 11:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah didesak untuk bergerak cepat menanggulangi krisis kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Langkah pemadaman api dinilai harus berjalan beriringan dengan jaminan perlindungan medis serta distribusi bantuan keselamatan secara merata.

“Kabut asap karhutla di Kalimantan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi sudah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat. Pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat terus-menerus menghirup udara tercemar yang membahayakan jiwa mereka,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, kepada wartawan, Selasa, 15 September 2026.

Neng Eem menyoroti buruknya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5 di area terdampak. Paparan polutan mikroskopis tersebut sangat berisiko memicu kerusakan saluran pernapasan jika dihirup publik dalam jangka panjang. 


“Ketika indikator menunjukkan kondisi tidak sehat hingga berbahaya, keselamatan warga harus jadi prioritas utama. Pemerintah wajib memberikan informasi transparan, perlindungan memadai, dan akses pengobatan yang mudah,” tegasnya.

Legislator PKB ini menegaskan agar bantuan perlindungan fisik seperti masker dipastikan sesuai dengan standar filtrasi mikro. Pemerintah diminta membagikan masker jenis KN95 atau sekelasnya, alih-alih memberikan bantuan ala kadarnya kepada warga. 

“Distribusi masker harus tepat guna, seperti tipe KN95 yang mampu menyaring partikulat halus. Pembagian masker tidak boleh sekadar simbolis tanpa memberikan perlindungan optimal bagi paru-paru masyarakat,” katanya.

Selain penyediaan masker berstandar, Neng Eem mendesak pembenahan dan peningkatan kesiapan seluruh fasilitas kesehatan di daerah terdampak karhutla. Puskesmas hingga rumah sakit daerah harus siaga penuh melayani lonjakan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata. 

“Kasihan masyarakat harus beraktivitas di bawah kepungan asap. Pemerintah wajib hadir tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menyediakan layanan medis gratis dan responsif,” ujarnya.

Ketua Fraksi PKB MPR RI ini mewanti-wanti agar penanganan medis memberikan perhatian ekstra kepada kelompok masyarakat berisiko tinggi. Skema evakuasi dan perlindungan medis khusus harus segera diterapkan bagi warga rentan. 

“Anak-anak, lansia, ibu hamil, disabilitas, dan penderita penyakit kronis harus jadi prioritas utama. Pemerintah perlu memastikan kelompok rentan ini mendapat penanganan medis secara cepat dan tidak disamakan dengan warga berisiko rendah,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya