Berita

Menkeu Suahasil Nazara. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Menkeu Baru Punya PR Besar Jaga APBN dan Daya Beli Rakyat

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 10:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, diminta segera memperkuat pengelolaan fiskal nasional dengan memastikan kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global dan kebutuhan pembiayaan pembangunan.

Anggota Fraksi PKS DPR RI Habib Idrus Al Jufri mengatakan Menteri Keuangan baru menghadapi tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal, pembiayaan pembangunan dan perlindungan masyarakat.

“Menkeu baru harus segera memastikan APBN tetap sehat dan kredibel, tetapi pada saat yang sama kebijakan fiskal harus mampu menjaga daya beli masyarakat. Dua kepentingan ini tidak boleh dipertentangkan,” kata Idrus, Selasa, 15 September 2026.


Menurutnya, tekanan harga energi global, dinamika ekonomi internasional, kebutuhan pembiayaan program prioritas, serta tuntutan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dikelola secara hati-hati. Pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan fiskal tidak menciptakan tekanan baru terhadap masyarakat.

Idrus meminta pemerintah memperkuat kualitas belanja negara agar anggaran lebih banyak diarahkan pada program yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“APBN jangan hanya kuat dari sisi angka, tetapi juga harus kuat dari sisi manfaat. Setiap rupiah anggaran harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat daya beli dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah menjaga daya beli melalui kombinasi kebijakan yang tepat, antara lain pengendalian harga pangan dan energi, perlindungan sosial yang tepat sasaran, penciptaan lapangan kerja serta penguatan UMKM dan sektor produktif.

“Menjaga daya beli tidak berarti sekadar memperbesar subsidi. Yang diperlukan adalah kebijakan yang membuat masyarakat memiliki pendapatan yang cukup, harga kebutuhan pokok terkendali, dan kelompok rentan memperoleh perlindungan,” kata Idrus.

Selain itu, Fraksi PKS mendorong penguatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBN. Setiap program prioritas harus memiliki indikator kinerja yang jelas sehingga masyarakat dapat menilai manfaat dari anggaran yang dibelanjakan.

“APBN adalah instrumen utama negara untuk menghadirkan kesejahteraan. Karena itu, pengelolaannya harus transparan, akuntabel dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.

Fraksi PKS DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan fiskal pemerintah secara konstruktif. Dukungan akan diberikan terhadap kebijakan yang memperkuat ekonomi dan melindungi rakyat, sementara kebijakan yang berpotensi membebani masyarakat akan menjadi perhatian serius DPR.

“Menkeu baru memiliki pekerjaan besar: menjaga APBN tetap sehat, meningkatkan kualitas belanja, dan memastikan daya beli rakyat tidak tergerus. Fraksi PKS akan mengawal agar kebijakan fiskal benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Idrus.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya