Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Foto: RMOL/Jamaluddin Akmal)

Politik

Saatnya KDM Refocusing Anggaran, Bukan Focusing pada Unggahan

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 09:06 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) diminta lebih serius menyikapi defisit anggaran yang dialami Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Salah satu langkah yang dinilai mendesak dilakukan adalah melakukan refocusing anggaran agar belanja daerah benar-benar diarahkan pada kebutuhan masyarakat.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia, Wildan Hakim mengatakan, refocusing merupakan langkah lazim dalam tata kelola fiskal pemerintahan, terlebih ketika daerah menghadapi tekanan anggaran.

"Refocusing anggaran ini hal lazim dalam tata kelola fiskal di semua level pemerintah. Selaku gubernur, kang Dedi harus tegas dalam penetapan alokasi anggaran. Dalam situasi defisit anggaran, prinsipnya bukan menyamaratakan anggaran," kata Wildan kepada RMOL, Selasa, 15 September 2026.


Menurut Wildan, keterbatasan anggaran membuat Pemprov Jabar harus menentukan sektor yang menjadi prioritas. Anggaran yang tersisa harus dikonsentrasikan pada program yang memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Sektor pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan ekstrem, serta infrastruktur penunjang ekonomi utama dinilai harus menjadi prioritas dalam refocusing anggaran tersebut.

Sebaliknya, sejumlah kegiatan yang tidak mendesak dapat ditunda untuk mengurangi beban belanja pemerintah daerah.

"Secara teknis, kegiatan yang bersifat seremonial, perjalanan dinas luar kota yang tidak esensial, serta pengadaan barang inventaris yang bisa ditunda. Saya kira dengan ketegasannya selama ini, kang Dedi Mulyadi bisa menertibkan hal-hal seperti ini," terang Wildan.

Wildan menilai, defisit anggaran yang terjadi saat ini berpotensi memperberat Pemprov Jabar dalam menjalankan fungsi tata kelola pemerintahan. Karena itu, persoalan defisit tidak cukup hanya diatasi melalui pengetatan dan realokasi belanja. Menurutnya, Dedi juga perlu melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan, untuk mengupayakan pencairan dana transfer dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum tersalurkan.

Dana transfer dan DBH yang belum tersalurkan ke Jabar diperkirakan mencapai Rp3,2 triliun. Nilai tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sumber untuk membantu pemerintah provinsi mengatasi tekanan fiskal.

"Lewat lobi ini Pemprov Jabar bisa saja mengajukan agar DBH untuk Jabar ditransfer secara bertahap. Peluang transfer secara bertahap terbuka luas mengingat Menkeunya baru. Bisa jadi kebijakan fiskal yang diterapkan menteri Suahasil Nazara berbeda dengan mantannya yakni Pak Purbaya," jelas Wildan.

Wildan menyebut, DBH dari pemerintah pusat menjadi harapan terbesar bagi Pemprov Jabar dalam menghadapi persoalan defisit. Sebab, ruang untuk menutup kekurangan anggaran melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari penerimaan pajak, dinilai semakin terbatas.

"Penurunan PAD dari pajak itu sebenarnya menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat. Kemungkinan besar warga Jabar menunda pembayaran pajak karena kondisi ekonomi yang sulit. In this economy, menarik pajak dan retribusi tak semudah di masa normal," pungkas Wildan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya