Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Emas Terpukul, Harga Jatuh ke Level Terendah Sejak Agustus

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 07:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas kembali tertekan pada penutupan perdagangan Senin 14 September 2026, bahkan turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan. 

Tekanan datang dari kenaikan harga minyak dan data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan, yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan ini.

Harga emas spot turun 0,8 persen menjadi 4.312,59 Dolar AS per on, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak Desember merosot 1,3 persen ke 4.351,90 Dolar AS per ons.


Tekanan terhadap emas semakin kuat setelah data menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,4 persen pada Agustus, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1 persen pada Juli.

Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 93 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Mayoritas ekonom yang disurvei Reuters juga memperkirakan kenaikan suku bunga akan kembali terjadi setidaknya sekali hingga akhir Maret.

Kenaikan harga minyak turut menjadi perhatian karena berpotensi memperbesar tekanan inflasi. Harga minyak sempat melonjak sekitar 4 persen setelah serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi dan kapal-kapal di kawasan Teluk meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan global.

Di sisi lain, Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam dua pekan. Penguatan greenback membuat emas yang dihargai dalam Dolar AS menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Di pasar logam lainnya, perak spot turun 1,2 persen menjadi 63,71 Dolar AS per ons, platinum melemah 1,6 persen ke 1.768,17 Dolar AS per ons, sedangkan paladium turun 0,7 persen menjadi 1.290,41 Dolar AS per ons.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya