Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

DPR Minta KPK Sikat Habis Praktik Jual Beli Penerimaan Mahasiswa

SELASA, 15 SEPTEMBER 2026 | 04:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

KPK menduga Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas Agus Nur Hadie mengetahui praktik rekomendasi agar calon mahasiswa yang sudah mengirimkan uang diterima sebagai mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan temuan tersebut menjadi alasan penyidik menggeledah ruangan Sekda Banyumas. Diketahui KPK sebelumnya telah menetapkan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq sebagai tersangka.

Merespons dugaan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendukung KPK mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat. 


Menurutnya, praktik jual beli penerimaan mahasiswa sangat mencederai prinsip merit-based system dalam pendidikan.

“Saya dukung KPK usut tuntas semua pihak yang terlibat dalam dugaan jual beli penerimaan mahasiswa baru di Unsoed ini. Ini miris sekali. Bagaimana kita mau menghasilkan mahasiswa berkualitas dan berintegritas kalau sejak masuk saja sudah suap menyuap,” ucap Sahroni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 14 September 2026.

“Malah melihat siapa yang punya uang dan koneksi, ini benar-benar merusak kualitas pendidikan kita. Apalagi pelakunya Rektor, ditambah ada ada oknum pemerintah daerah yang diduga turut terlibat. Memalukan sekali, ini harus diberantas,” tambahnya.

Sahroni menilai praktik semacam itu tidak hanya merusak integritas perguruan tinggi, tetapi juga mencederai rasa keadilan para calon mahasiswa yang telah berjuang secara jujur. 

Legislator Nasdem ini meminta KPK turut menelusuri kemungkinan praktik serupa di perguruan tinggi lainnya.

“Kasihan adik-adik kita sudah belajar mati-matian dan berjuang secara jujur untuk masuk PTN impian mereka, jangan sampai kalah karena ada yang bermain uang dan koneksi. Itu sangat tidak adil dan bisa merusak moralitas generasi muda,” jelas dia.

“Saya harap KPK juga berani menelusuri jika ada dugaan praktik serupa di kampus-kampus lain. Pendidikan harus bersih dari KKN dan kembali pada sistem yang benar-benar berbasis merit,” pungkas Sahroni.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya