Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Said Abdullah:

Bagi PDIP Jokowi Kartu Mati

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 17:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengakuan mantan kader PDIP Jawa Timur Achmad Hidayat terkait rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri namun berujung pemecatan, dipastikan hoaks. 

“Disampaikan Achmad Hidayat? Nah, itu hoaks,” kata Ketua DPP PDIP Said Abdullah kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 14 September 2026. 

Said menegaskan bahwa PDIP sudah tidak lagi sejalan dengan Jokowi dalam urusan politik. 


Karena itu, bagi partai berlambang banteng, Jokowi tak lagi menjadi tokoh yang perlu dibicarakan apalagi dipikirkan. 

“Kita sudah bersimpang jalan secara politik, berbeda sudah. PDIP tetap teguh pada pendiriannya. Kita tidak pernah lagi berpikir Pak Jokowi, kita tidak pernah lagi berpikir tentang siapa pun,” kata Ketua Banggar DPR ini.

Lebih jauh, Said menegaskan bahwa pihaknya bersama kader terus berfokus mengawal PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ke depan. 

“Bagaimana kita mengawal partai ini ke depan, itu perintah Ibu Ketua Umum. Yang kartunya mati jangan dihidupkan lagi,” pungkas Said.

Sebelumnya, Achmad Hidayat mengaku menyampaikan kepada DPP PDIP mengenai pernyataan Jokowi terkait hubungannya dengan Megawati setelah bertemu Presiden periode 2014-2024 tersebut di Solo.

DPP PDIP kemudian resmi memecat Achmad Hidayat dari keanggotaan partai per 4 September 2026, setelah ia berkunjung ke kediaman Jokowi dan menyuarakan rehabilitasi status keanggotaan Jokowi di PDIP.

Achmad mengaku dalam pertemuan tersebut hanya bersilaturahmi dan berfoto, serta sempat menanyakan mengenai keharmonisan hubungan kebangsaan Jokowi dengan Megawati.

“Sekalipun ngobrolnya berdua dengan saya, penyampaiannya (Jokowi) 'Saya tidak ada masalah dengan Ibu Mega, dan suatu saat nanti mesti akan ketemu.' Nah, hanya ngobrol itu saja yang saya ungkapkan ke DPP,” kata Achmad.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya