Berita

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: RMOL/Reni Erina)

Nusantara

Kemenhaj Buka Kanal Aduan Mafia Haji dan Umrah, Warga Diminta Berani Lapor

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 15:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) membuka kanal khusus bagi masyarakat yang menemukan dugaan penipuan maupun persoalan dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

Melalui layanan Hotline Bongkar Mafia Haji dan Umrah, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui nomor 0811-8885-888. Pemerintah juga menyediakan titik pengaduan langsung di sejumlah bandara yang menjadi lokasi keberangkatan jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, layanan tersebut diluncurkan untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan yang ditemukan masyarakat dalam penyelenggaraan haji dan umrah.


"Hari ini, salah satu yang kita akan launching itu adalah bongkar mafia haji dan umrah, atau hotline bongkar mafia haji dan umrah," kata Dahnil dalam Kegiatan Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah, serta Launching Hotline "Bongkar Mafia Haji dan Umrah" di Peringatan Tahun ke-1 Kemenhaj, di Jakarta, Senin 14 September 2026  

Selain melalui hotline, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan secara langsung di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, serta Bandara Juanda, Surabaya.

Menurut Dahnil, keterlibatan masyarakat diperlukan agar persoalan yang terjadi di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani pemerintah.

"Untuk mengakselerasi masalah-masalah itu, kami membuka diri kepada publik supaya publik bisa melakukan pengaduan sesegera mungkin," ujarnya.

Dahnil memastikan laporan yang masuk akan ditindaklanjuti jajaran Kemenhaj, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Hotline ini menjadi simbolisasi pesan kita kepada seluruh rakyat Indonesia bahwasanya sesuai amanah, perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk bersih-bersih di semua sektor termasuk sektor perhajian," tegasnya.

Ia pun meminta tim pengelola hotline bersiap menghadapi banyaknya laporan masyarakat. Menurut Dahnil, persoalan dalam penyelenggaraan haji dan umrah masih cukup kompleks sehingga membutuhkan pengawasan bersama.

Melalui layanan tersebut, pemerintah berharap masyarakat memiliki akses yang lebih cepat untuk melaporkan dugaan praktik yang merugikan jemaah sekaligus membantu memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan haji dan umrah.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya