Berita

Ilustrasi AI

Bisnis

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 14:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ekonom Ferry Latuhihin menyarankan masyarakat memilih dolar Amerika Serikat (AS) sebagai aset paling aman untuk satu tahun ke depan di tengah tekanan terhadap perekonomian global dan kenaikan harga minyak dunia.

Ferry mengatakan, salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan defisit transaksi berjalan. Kondisi tersebut dipicu tingginya kebutuhan impor minyak ketika harga minyak dunia berada di atas 100 dolar AS per barel.

"Pembengkakan defisit transaksi berjalan kalau dilihat pada bulan Juni lalu itu current account deficit 12,4 miliar dolar AS," kata Ferry lewat kanal Youtube Forum Keadilan TV, Senin, 14 Septemeber 2026.


Pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang tengah dialami Indonesia berisiko makin membebani pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Diketahui transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II-2026 mencatatkan defisit sebesar US$ 12,5 miliar atau setara 3,3% PDB. Melebar dibanding catatan pada kuartal I-2026 yang sebesar US$ 3,6 miliar atau 1% PDB.

Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak menjadi salah satu faktor yang memperbesar tekanan terhadap transaksi berjalan. Kenaikan harga minyak secara langsung meningkatkan nilai tagihan impor migas dan kebutuhan dolar AS di dalam negeri.

"Ini disebabkan karena kita masih mengimpor minyak. Minyak bertahan di atas 100 dolar per barrel memperbesar tagihan impor migas secara drastis sehingga permintaan pasar domestik terhadap dolar AS naik," ujarnya.

Ferry menilai kondisi tersebut membuat dolar AS menjadi pilihan aset yang perlu dipertimbangkan bagi masyarakat yang ingin menjaga nilai asetnya dalam jangka satu tahun ke depan.

"Sebab itu saya katakan aset yang paling aman saat ini bukan saham, bukan obligasi, bukan emas, itu nomor dua lah ya. Tapi yang paling utama kalau Anda mau aman setahun ke depan itu dolar AS," tegasnya.

Selain dolar AS, Ferry menyebut dolar Australia dan dolar Singapura sebagai alternatif mata uang yang dapat dipertimbangkan.

"Kedua mungkin Anda bisa pilih Australian dollar, yang ketiga Singapura dollar," tandasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya