Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Dunia

Trump Klaim Pemerintah Punya Uang untuk Bayar 5.000 Dolar AS per Warga

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 13:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Donald Trump mengklaim pemerintah Amerika Serikat (AS) memiliki kemampuan finansial untuk memberikan pembayaran sebesar 5.000 dolar AS atau Rp kepada setiap warga dewasa apabila Partai Republik berhasil mempertahankan kendali atas Kongres dalam pemilu sela tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Doonbeg, Irlandia, saat menghadiri turnamen golf di klub miliknya, dikutip Senin, 14 September 2026.

Trump mengatakan pembayaran tersebut dapat dengan mudah ditanggung pemerintah karena penerimaan negara disebutnya tengah meningkat.


"Saya tidak tahu, tetapi akan mudah jika Partai Republik menang. 5.000 dolar AS untuk semua orang dewasa di negara ini dan kita dapat dengan mudah menanganinya karena kita menerima begitu banyak uang," kata Trump ketika ditanya apakah pembayaran tersebut membutuhkan persetujuan Kongres. 

Dia juga menyebut triliunan dolar sedang masuk ke AS.

Trump sebelumnya mengungkap gagasan pemberian 5.000 dolar AS itu dalam konvensi Partai Republik pekan lalu. 

Dalam proposal tersebut, pembayaran akan diberikan kepada setiap warga dewasa apabila Partai Republik tetap menguasai Kongres setelah pemilu November.

Namun, Ketua DPR AS Mike Johnson menegaskan pembayaran tersebut tetap membutuhkan persetujuan Kongres. 

"Tentu saja, detail-detail kecilnya yang menjadi masalah. Kita harus mencari tahu semua itu," ujar Johnson kepada CNN dalam program State of the Union.

Gagasan Trump juga menuai kritik dari kubu Demokrat. Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyebut rencana tersebut bukan proposal yang serius. 

Senator Demokrat dari Michigan, Mallory McMorrow, turut meragukan janji tersebut dengan menyinggung penghentian sejumlah subsidi dalam program Affordable Care Act.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya