Berita

Maudy Ayunda/Net

Entertainment

Maudy Ayunda Minta Maaf soal Konten Mindfulness

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 13:27 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Maudy Ayunda merespons gelombang kritik pedas publik terkait konten videonya bertajuk mindfulness in the age of bad news yang diunggah pada 21 Agustus 2026 lalu.

Dalam video itu, ia membagikan tips menjaga kewarasan mental lewat pembatasan asupan kabar negatif agar tidak berujung disfungsional emosional.

Namun, gagasan diet berita tersebut memicu reaksi keras karena dinilai kurang peka. Sebagian warganet menegaskan bahwa penderitaan akibat karhutla, gempa bumi, hingga tekanan kebijakan publik adalah realitas hidup yang tidak bisa begitu saja dimatikan notifikasinya oleh warga terdampak.


Merespons polemik ini, Maudy menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf melalui komentar yang disematkan pada videonya pada Minggu (13/9/2026). Ia terbuka pada sudut pandang baru mengenai kesenjangan privilese.

"Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya. Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya," tulis Maudy.

Ia menegaskan bahwa praktik berkesadaran bukan ajakan untuk abai atau melarikan diri dari kenyataan pahit. Lewat refleksi ini, ia berharap empati tetap terjaga secara jernih dan peka pada korban terdampak.

"Aku sama sekali tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada," lanjutnya.

Ia menutup pernyataan dengan komitmen reflektif. "Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk mengingatkan dan menambahkan perspektif menjadi lebih luas. Aku dengar dan aku hargai feedbacknya. I'm listening and learning."

Peristiwa ini menjadi cerminan penting bagaimana jurang privilese dalam narasi kesehatan mental kerap menabrak realitas sosio-ekonomi akar rumput. Publik berharap para figur publik semakin matang menimbang konteks sosial sebelum melemparkan diskursus personal ke ruang digital yang kompleks.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya