Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, sekaligus Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Rif'an. (Foto: Istimewa)

Politik

Prabowo Harus Manfaatkan Momentum Strategis KTT BRICS

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, bisa menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di tengah perubahan konstelasi ekonomi dan geopolitik global.

Presiden Prabowo menghadiri KTT BRICS yang berlangsung pada 12–13 September 2026 sebagai bagian dari keanggotaan penuh Indonesia dalam kelompok negara tersebut. 

Forum BRICS tahun ini berlangsung di tengah berbagai tantangan global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga persoalan ekonomi dan perdagangan internasional.


Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, sekaligus Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Rif'an, mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut. 

Menurutnya, keterlibatan aktif Indonesia di BRICS menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ruang untuk memainkan peran yang lebih besar dalam percaturan internasional.

“Indonesia sekarang bukan hanya menjadi bagian dari forum tersebut, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan kepentingan nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks,” ujar Ali kepada RMOL, Senin, 14 September 2026.

Namun Ali menilai, keikutsertaan Indonesia dalam BRICS tidak cukup hanya dimaknai sebagai kehadiran diplomatik. Tetapi, yang lebih penting adalah bagaimana keanggotaan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.

“Diplomasi harus menghasilkan manfaat yang konkret, baik dalam perdagangan, investasi, teknologi, energi, maupun penguatan ekonomi nasional,” kata Ali.

Ali mengatakan, posisi Indonesia di BRICS juga memiliki nilai strategis karena dunia saat ini menghadapi fragmentasi yang semakin kuat. Menurutnya, Indonesia perlu menjaga politik luar negeri yang fleksibel dan tidak terjebak dalam pilihan blok tertentu.

“Saya kira BRICS harus dilihat sebagai salah satu ruang diplomasi dan kerja sama, bukan sebagai pilihan untuk berhadapan dengan kelompok negara tertentu,” kata Ali.

Ali memandang, pendekatan tersebut penting agar Indonesia tetap dapat menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif sekaligus memperluas ruang kerja sama ekonomi.

“Jadi, jangan sampai keanggotaan dalam satu forum kemudian mempersempit ruang diplomasi Indonesia,” kata Ali.

Di sisi lain, Ali juga menilai pemerintah perlu memiliki agenda yang jelas dalam memanfaatkan posisi Indonesia di BRICS. Menurutnya, peluang kerja sama yang terbuka harus diarahkan pada sektor-sektor yang dapat memperkuat kapasitas ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai kita hanya menjadi pasar bagi negara lain. Indonesia juga harus mampu meningkatkan daya tawar, memperkuat industri dalam negeri, dan mendapatkan akses pasar yang lebih luas,” kata Ali.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya