Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Ekonom senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai kebijakan tersebut dibuat tanpa perhitungan matang. Alih-alih memperkuat inklusi keuangan, pembukaan rekening secara massal justru berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi industri perbankan.
"Kebijakan ini terkesan spontan dan tanpa perhitungan matang. Saya tidak melihat manfaat ekonominya, justru berpotensi menimbulkan banyak mudharat ekonomi," kata Wijayanto kepada RMOL pada Senin, 14 September 2026.
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Sabtu, 12 September 2026 | 06:08
UPDATE
Senin, 14 September 2026 | 03:18
Senin, 14 September 2026 | 02:55
Senin, 14 September 2026 | 02:29
Senin, 14 September 2026 | 01:54
Senin, 14 September 2026 | 01:24
Senin, 14 September 2026 | 00:55
Senin, 14 September 2026 | 00:33
Senin, 14 September 2026 | 00:11
Minggu, 13 September 2026 | 23:48
Minggu, 13 September 2026 | 23:24