Berita

Pengamat politik Citra Institute, Efriza. (Foto: Istimewa)

Politik

Pengamat Soroti Bursa Capres 2029 yang Didominasi Tokoh Pemerintahan

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 11:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sejumlah nama tokoh yang mulai masuk bursa calon presiden (capres) 2029 dinilai sebagai suatu hal yang wajar. Apalagi, mayoritas nama yang muncul merupakan tokoh populer yang kini tengah menjabat di Kabinet Merah Putih Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, memandang tak bisa dipungkiri sejumlah nama menteri, bahkan kepala daerah, mulai masuk radar pencalonan pemilihan presiden (Pilpres) 2029. Selain itu, terdapat pula nama Presiden Prabowo Subianto.

"Potensial masuk radar capres antara lain: Prabowo Subianto, Dedi Mulyadi, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gibran Rakabuming Raka, dan Muhaimin Iskandar," ucap dia kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Senin, 14 September 2026.


Tak hanya itu, bursa calon wakil presiden (cawapres) 2029 yang muncul belakangan ini juga didominasi tokoh politik dari pemerintahan Presiden Prabowo. Beberapa nama yang muncul antara lain Bahlil Lahadalia, Teddy Indra Wijaya, Andi Amran Sulaiman, Zulkifli Hasan, Maruarar Sirait, hingga Pramono Anung.

"Memungkinkan nama-nama yang beredar di berbagai survei juga telah dipelajari sekaligus diperhitungkan oleh Presiden Prabowo maupun Gerindra," sambung Efriza.

Kendati begitu, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu meyakini publik tentu mencermati bursa capres dan cawapres tersebut, terutama berdasarkan elektabilitas. Terlebih, nama-nama tersebut juga masuk dalam daftar bakal capres maupun cawapres di sejumlah lembaga survei.

Namun, menurutnya, ada satu hal yang menjadi garis besar dari nama-nama yang beredar dan muncul di publik dalam bursa capres-cawapres 2029, yakni mayoritas masih berasal dari lingkaran kekuasaan.

"Jika melihat nama-nama yang beredar umumnya berada di pemerintahan, ini menunjukkan kabinet Prabowo memang diisi oleh orang-orang yang populer. Hanya satu nama yang tidak ada di pemerintahan, yakni Anies Baswedan," demikian Efriza menambahkan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya