Berita

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda. (Foto: Web Komdigi)

Politik

Bukan Kepemilikan Rekening, Literasi Keuangan Justru yang Urgent

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 10:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana pemerintah menyediakan 200 juta rekening bank dinilai belum menjadi hal yang mendesak. Masyarakat justru dinilai lebih membutuhkan penguatan literasi keuangan.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, memandang pemerintah saat ini memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

 "Sebenarnya, PR pemerintah bukan di kepemilikan rekening, karena angka literasi penduduk usia dewasa sudah di angka 93 persen-an. Angka yang relatif bagus di tengah akses yang susah dan sebagainya," ujar Huda kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Senin, 14 September 2026.


 Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih kepada kelompok masyarakat tertentu untuk meningkatkan pengetahuan mereka mengenai keuangan.

 "PR yang begitu dekat adalah bagaimana literasi keuangan di Indonesia masih jauh gap-nya, terutama di masyarakat usia muda," sambungnya.

 Huda menilai kondisi tersebut lebih penting untuk segera ditangani karena kelompok masyarakat usia muda berpotensi menyalahgunakan rekening bank yang dimilikinya apabila tidak dibekali literasi keuangan yang memadai.

 "Kenapa ini PR yang krusial bagi pemerintah? Karena bagi mereka yang punya rekening tapi rendah literasi, banyak anak muda yang kena tipu, banyak yang akhirnya dijadikan rekening judi online dan dijual rekeningnya," tuturnya.

 Oleh karena itu, Huda mendorong pemerintah untuk lebih memprioritaskan peningkatan literasi keuangan sebagai kebijakan yang mendesak, ketimbang sekadar menyediakan rekening baru bagi masyarakat.

 "Jadi masalah mereka tambah banyak ketika ada rekening namun tidak dimanfaatkan betul. Mereka tidak mengerti apa itu investasi, tabungan, kredit, dan sebagainya," ucapnya.

 "Jadi kebijakan untuk membuat rekening bagus, tapi lebih penting untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat juga. Untuk saat ini, saya pribadi lebih meningkatkan literasi keuangan masyarakat," demikian Huda menambahkan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya