Berita

Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Dunia

Prabowo Sampaikan Tiga Pesan Penting Dalam KTT BRICS India

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 10:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan tiga pesan utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, Republik India, Sabtu, 12 September 2026. 

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya mengatakan, tiga pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”. 

Dalam forum tersebut, Indonesia membawa visi untuk memperkuat tata kelola global yang inklusif sekaligus mendorong negara-negara berkembang menyatukan kekuatan dalam memperjuangkan kepentingan dan masa depannya.


Pesan pertama Prabowo menitikberatkan pada kemandirian dan ketahanan nasional. Menurut Presiden, kekuatan suatu negara harus dibangun dari kemampuan memenuhi kebutuhan mendasar rakyatnya. 

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Teddy. 

Ketahanan pangan, energi, dan pendidikan pun menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk menentukan arah pembangunan serta kepentingan nasional secara mandiri.

Pesan kedua menyangkut pentingnya memperkuat persatuan negara-negara Global South. Prabowo mengingatkan bahwa kebersamaan menjadi modal penting bagi negara-negara berkembang untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus memperjuangkan posisi yang setara dalam tatanan dunia. 

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ungkap Seskab.

Pesan ketiga berkaitan dengan besarnya kekuatan BRICS yang mewakili separuh populasi dunia. Prabowo menilai potensi tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kolaborasi konkret yang mampu memperluas manfaat pembangunan bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Teddy.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mendorong penguatan tata kelola global agar lebih adil dan inklusif. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kata Presiden, tetap harus berada di pusat sistem multilateral dunia, namun perlu diperkuat agar mampu merespons perubahan dan tantangan global secara lebih efektif. 

“PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia,” lanjutnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya