Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Dolar AS Tak Banyak Bergerak, DXY Bertahan di Level 99

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan Dolar AS cenderung stabil pada perdagangan Senin 14 September 2026. Investor masih menunggu rangkaian keputusan bank sentral utama pekan ini, terutama Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan (BOJ), yang berpotensi menentukan arah mata uang global.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, bertahan di level 99,15. Posisi tersebut relatif stabil setelah DXY mencatat pelemahan tipis selama dua pekan berturut-turut.

Berdasarkan laporan Reuters, saat ini perhatian pasar tertuju pada prospek kebijakan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang semakin sulit diprediksi. Perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang telah berlangsung selama enam bulan mendorong harga minyak jauh di atas 100 Dolar AS per barel dan turut mengubah ekspektasi terhadap arah suku bunga global.


Kondisi tersebut juga tercermin di pasar obligasi. Imbal hasil US Treasury tenor dua tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed, sedikit turun menjadi 4,6148 persen setelah melonjak 26 basis poin pada pekan lalu.

Meski imbal hasil obligasi AS meningkat dan ekspektasi suku bunga The Fed berubah, penguatan Dolar AS sejauh ini masih terbatas. Salah satu penyebabnya adalah bank sentral utama lainnya juga diperkirakan mengambil langkah pengetatan kebijakan, sementara kekhawatiran terhadap kredibilitas kebijakan The Fed masih menjadi perhatian investor.

Pelaku pasar kini semakin memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed setelah data Jumat menunjukkan inflasi konsumen Amerika Serikat meningkat sepanjang Agustus.

Mengacu FedWatch Tool CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pekan ini mencapai 86 persen. Pasar juga memperkirakan masih terdapat peluang kenaikan berikutnya sebelum akhir tahun.

Dari pasar valuta asing, Euro berada di level 1,159 Dolar AS, sedangkan Poundsterling diperdagangkan pada 1,3524 Dolar AS.

Pergerakan greenback juga berlangsung ketika harga minyak kembali melonjak. Harga minyak mentah Brent naik hampir 3 persen menjadi 107,51 Dolar AS per barel pada awal perdagangan Asia.

Lonjakan harga minyak dipicu serangan baru Houthi terhadap Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan setelah salah satu jalur pipa minyak utama Arab Saudi ditutup.

Sementara itu, Yen menjadi salah satu mata uang yang mencuri perhatian pasar. Yen berada di level 153,49 per Dolar AS, masih dekat dengan posisi terkuat dalam tujuh bulan di 152,89 yang dicapai pekan lalu.

Penguatan Yen turut mencerminkan perubahan posisi investor. Untuk pertama kalinya sejak Februari, spekulan beralih ke posisi net long Yen.

Yen telah menguat sekitar 4 persen sepanjang September, ditopang ekspektasi bahwa BOJ akan mempercepat kenaikan suku bunga serta potensi repatriasi aset oleh investor domestik Jepang.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya