Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas KKP)

Bisnis

Sektor Perikanan Bikin Ekonomi Sultra Makin Menggeliat

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 03:48 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sektor perikanan di Sulawesi Tenggara terus tumbuh, menjadi salah satu penopang geliat ekonomi daerah, dengan volume ekspor hingga pertengahan tahun 2026 mencapai 738 ton senilai Rp171 miliar. 

Tingginya tingkat penerimaan hasil perikanan dari Sulawesi Tenggara ke negara tujuan, diantaranya berkat efektivitas layanan sertifikasi jaminan mutu dari hulu hingga hilir oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang cepat dan berbasis online. 

"Ekspor perikanan yang disertifikasi KKP telah mampu secara signifikan menyokong perekonomian Sulawesi Tenggara dengan kontribusi volume lebih dari 2.200 ton senilai Rp313 miliar pada tahun 2025,” jelas Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu KKP, Ishartini dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu, 13 September 2026


Beberapa komoditas perikanan seperti tuna, gurita, tenggiri, dan rajungan asal Sulawesi Tenggara bahkan telah menjadi "champion" dan disukai konsumen di berbagai negara, diantaranya Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Kanada serta Republik Dominika.

“Terdapat 17 jenis komoditas perikanan dari Sulawesi Tenggara yang telah kami dampingi untuk memenuhi sertifikasi mutu yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor diantaranya CBIB (Good Aquaculture Practice-red), cara penanganan ikan diatas kapal (CPIB Kapal), SKP dan HACCP,” tukas Ishartini.

Kepala Balai Mutu Kendari Muhammad Zamrud menambahkan, kegiatan sertifikasi mutu tidak hanya mendongkrak ekspor hasil perikanan, tapi juga menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal untuk mendukung aktivitas unit pengolahan ikan di Kendari.

"Unit pengolahan ikan (UPI) ekspor saat ini berjumlah 15 UPI yang telah mampu menyerap total 1249 tenaga kerja dengan rincian 468 pekerja laki-laki dan 781 perempuan,” terangnya.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya