Berita

Ilustrasi

Nusantara

Penimbun Masker Harus Diantisipasi Lewat Razia Pasar

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 10:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Produsen, distributor, dan pedagang diminta tidak menimbun masker di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengingatkan, penimbunan masker dapat memicu kelangkaan di pasaran sekaligus mendorong kenaikan harga. Sebab itu, ia meminta seluruh pihak tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mencari keuntungan.

"Jangan memanfaatkan situasi ini. Karena ini adalah situasi musibah untuk kita semua. Secara kemanusiaan, musibah ini jangan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan," kata Yuke, Kamis, 10 September 2026.


Menurutnya, kebutuhan masker saat ini tidak hanya berasal dari warga Jakarta. Sejumlah daerah lain yang terdampak bencana kebakaran hutan juga membutuhkan masker dalam jumlah besar.

Yuke mengungkapkan, pihaknya juga sempat mengalami kesulitan mendapatkan masker dalam jumlah banyak saat hendak membantu penanganan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Kondisi tersebut menjadi alasan agar stok masker tidak ditahan oleh produsen, distributor, maupun pedagang.

"Ini kita berharap mudah-mudahan penjual atau pihak-pihak atau supplier dan sebagainya tidak memanfaatkan hal ini, tidak memainkan harga dan melihat ini sebagai suatu bencana yang memang harus kita tangani bersama," ujarnya.

Untuk mencegah penimbunan, Yuke mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperkuat pengawasan di lapangan. Pemeriksaan secara berkala dan acak perlu dilakukan terhadap pusat produksi, distributor, hingga pedagang besar.

Ia juga mengusulkan razia pasar dilakukan sejak dini untuk memastikan tidak ada pihak yang sengaja menimbun masker dan menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkannya.

"Mudah-mudahan kita juga mengimbau bisa ada razia pasar, biar kita bisa antisipasi dari awal. Jangan sampai nanti sudah terlanjur akhirnya banyak yang dirugikan," katanya.

Yuke menyebut, sejumlah sentra perdagangan masker seperti Pasar Asemka dan Pasar Pramuka dapat menjadi sasaran pemeriksaan secara acak apabila ditemukan indikasi penimbunan.

"Khususnya di pusat-pusat pabrik, pusat-pusat distributor, atau mungkin pedagang-pedagang besar, Asemka, Pramuka, secara random bisa dicek untuk yang melakukan penimbunan," ujarnya.

Yuke menilai, ketersediaan masker harus dijaga karena sangat dibutuhkan warga terutama kelompok rentan. Paparan abu vulkanik, sambung dia, dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi lanjut usia dan masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

"Kita juga tidak ingin ada saling menumpuk barang, padahal itu sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Apalagi untuk orang-orang tua dan yang komorbid, itu sangat membahayakan untuk kesehatan," tandas Yuke.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya