Berita

Diskusi Publik bertema “Urgensi Peradilan Militer di Tengah Kasus Andrie Yunus dan Putusan MK” di Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu, 9 September 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 09:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, menyoroti putusan banding peradilan militer yang mengurangi hukuman pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus.

Menurut Ardi, putusan tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam sistem peradilan militer di Indonesia dalam memberikan keadilan bagi korban.

"Hal ini bukan lagi persoalan internal TNI, melainkan persoalan kesetaraan di hadapan hukum dan keberanian negara melawan impunitas," kata Ardi.


Pandangan itu disampaikan Ardi dalam Diskusi Publik bertema “Urgensi Peradilan Militer di Tengah Kasus Andrie Yunus dan Putusan MK” di Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu, 9 September 2026.

Dalam situasi seperti ini, kata dia, persoalan peradilan militer menjadi semakin mendesak untuk diselesaikan. 

Ardi menilai bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili melalui peradilan umum, bukan melalui peradilan militer. Prinsip tersebut merupakan konsekuensi langsung dari asas equality before the law. 

"Status sebagai prajurit tidak boleh memberikan jalur hukum khusus. Kasus Andrie Yunus memperlihatkan secara nyata mengapa perubahan tersebut mendesak dilakukan," katanya.

Perwakilan KontraS, Vebrina Monicha dalam forum itu memaparkan, pada periode Oktober 2022-September 2023, terdapat 117 anggota TNI yang dijatuhi vonis oleh peradilan militer. Sebanyak 100 orang merupakan pelaku tindak penganiayaan, sedangkan 17 lainnya merupakan pelaku penganiayaan yang mengakibatkan kematian. 

"Namun, terhadap 100 pelaku penganiayaan tersebut, vonis yang dijatuhkan sangat ringan, yakni sekitar lima hingga enam bulan penjara, bahkan terdapat putusan dengan hukuman hanya satu bulan lima belas hari," katanya.

Sambungnya, pola serupa kembali terlihat pada periode Oktober 2023-September 2024. KontraS mencatat terdapat 131 vonis terhadap anggota TNI yang melakukan tindak pidana. 

Masih kata Vebrina, dalam periode tersebut terdapat 123 kasus penganiayaan, dua kasus pembunuhan, dan enam kasus pembunuhan berencana. Namun, vonis yang dijatuhkan berada pada rentang tiga hingga sepuluh bulan penjara, dengan hukuman terberat hanya sepuluh bulan.

Menurutnya, ketika tindak penganiayaan, pembunuhan, bahkan pembunuhan berencana terhadap warga sipil berujung pada hukuman yang ringan, maka pertanyaan mendasar mengenai efektivitas dan independensi peradilan militer tidak dapat lagi dihindari. 

"Peradilan militer tidak boleh menjadi mekanisme yang menghasilkan disparitas perlakuan hukum antara anggota TNI dan warga sipil," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya