Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.(Foto: RMOL/Alifia)

Nusantara

APBN Bakal Tanggung Saldo Awal Rekening Warga Rp50 Ribu

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 03:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah membuka peluang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mengisi saldo awal rekening perbankan masyarakat sebesar Rp50 ribu.

Program tersebut merupakan kebijakan pemerintah untuk memberikan rekening perbankan secara otomatis kepada masyarakat yang memasuki usia 17 tahun dan telah memiliki KTP. 

Rekening akan dibuat berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga masyarakat tidak perlu mengajukan pembukaan rekening secara mandiri.


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemberian dana awal tersebut masih memungkinkan dibiayai dari APBN.

“Mungkin ya. Sekarang Rp50 ribu kali sekian saya nggak banyak-banyak amat loh kalau saya lihat,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu 9 September 2026.

Purbaya menjelaskan, pemerintah memang memiliki cadangan belanja yang dapat dialokasikan untuk kebutuhan tertentu. Untuk itu, rencana pemberian saldo awal Rp50 ribu untuk rekening masyarakat dinilai masih dapat ditampung dalam APBN.

“Kan kita ada cadangan belanja juga ada. Cadangan belanja kita ada selalu ada. Saya lihat masih masuk,” ujar Purbaya.

Saldo awal Rp50 ribu tersebut merupakan bagian dari program pembukaan rekening perbankan secara otomatis bagi masyarakat yang memasuki usia 17 tahun dan telah memiliki KTP.

Meski demikian, Purbaya belum membeberkan pos anggaran yang akan digunakan maupun mekanisme pencairan dana awal tersebut. Pemerintah masih menyusun teknis pelaksanaan program.

Di sisi lain, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pembukaan rekening akan dilakukan melalui bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Dua bank yang disiapkan untuk menjalankan program tersebut yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

“Rencananya agar akselerasi dari pembukaan rekening di seluruh Indonesia melalui BRI, dan untuk Aceh itu khusus dengan BSI bisa terlaksana dengan secepatnya ya,” kata Rosan di Istana Negara.

Rosan yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM mengatakan, mekanisme pembukaan rekening tersebut masih dalam tahap perancangan.

“Ya nanti mekanismenya lagi dirancang segera kok,” pungkas Rosan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya