Berita

Wakil Ketua BAM DPR RI Adian Napitupulu (depan paling kiri). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

BAM DPR Mau Selesaikan Konflik Agraria Selama 25 Tahun di Jambi

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 18:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR memberikan perhatian serius terhadap konflik agraria yang telah berlangsung selama 25 tahun di Sungai Bungur, Provinsi Jambi.

Persoalan tersebut mendorong BAM DPR untuk melakukan kunjungan kerja spesifik ke Jambi guna melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mencari solusi atas konflik lahan yang tak kunjung terselesaikan.

Wakil Ketua BAM DPR dari Fraksi PDIP Adian Napitupulu, menegaskan parlemen tidak akan tinggal diam melihat persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan berdampak terhadap masyarakat.


Perhatian BAM DPR salah satunya tertuju pada dugaan tumpang tindih penguasaan lahan land reform seluas 1.500 hektare oleh perusahaan kelapa sawit swasta di wilayah tersebut.

"Kasus ini sudah berjalan seperempat abad tanpa penyelesaian yang berpihak pada keadilan rakyat. Lahan seluas 1.500 hektar yang seharusnya diperuntukkan bagi program land reform untuk kesejahteraan masyarakat, negara harus bertanggung jawab atas keputusan-keputusannya terhadap rakyat," ungkap Adian di Kompleks DPR, Rabu, 9 September 2026.

BAM DPR RI berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat tersebut. Kunjungan ke Jambi nantinya akan diarahkan untuk melakukan investigasi sekaligus mediasi dengan para pihak yang terlibat.

"BAM DPR RI berkomitmen untuk mengawal aspirasi ini, dan kami dijadwalkan akan segera turun langsung ke Jambi untuk melakukan investigasi dan mediasi di lapangan," tegas Wakil Ketua BAM DPR Panggah Susanto menambahkan.

Lahan land reform sejatinya merupakan tanah objek reforma agraria yang dialokasikan negara untuk diredistribusikan kepada petani gurem dan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi.

Namun, belum tuntasnya penyelesaian sengketa di Sungai Bungur membuat hak-hak masyarakat yang terdampak terus berada dalam ketidakpastian selama puluhan tahun.

Dalam kunjungan tersebut, BAM DPR RI akan mengumpulkan data dan informasi di lapangan serta meminta keterangan dari pihak-pihak terkait, termasuk manajemen perusahaan sawit, pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan perwakilan masyarakat.

Hasil penelusuran tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar untuk merumuskan solusi konkret terhadap konflik agraria yang telah berlangsung selama seperempat abad tersebut.

Langkah BAM DPR RI mendapat apresiasi dari warga Sungai Bungur yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).

Perwakilan dari masyarakat, Zuhardiman mengatakan bahwa masyarakat telah lama menanti penyelesaian permanen atas persoalan yang mereka alami selama puluhan tahun.

"Kami bersyukur Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) menindaklanjuti aduan masyarakat dan berharap solusi permanen atas kondisi ini," kata Zuhardiman.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya