Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: RMOL)

Politik

Poros Cikeas Dinilai Sedang Desain AHY Bertanding di 2029

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 14:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan yang tidak berlangsung selamanya dinilai dapat dibaca sebagai sinyal politik menuju Pemilu 2029.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, pernyataan AHY tersebut direspons beragam. Salah satunya dugaan bahwa AHY mulai menunjukkan kesiapan untuk kembali berkontestasi dalam Pilpres 2029.

“Kalau melihat potensi, dengan tidak adanya batas presiden, mestinya orang-orang yang saat ini menjadi elite kunci di partai politik sudah bisa maju sebagai calon presiden atau wakil presiden. Boarding pass sudah ada,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 9 Septembr 2026.


Menurutnya, AHY juga merupakan salah satu figur yang konsisten masuk dalam bursa calon presiden berdasarkan sejumlah survei.

“Kalau melihat surveinya, AHY menjadi salah satu sosok yang selalu didominasikan,” ujarnya.

Karena itu, kata Adi, tinggal bagaimana peluang tersebut dikapitalisasi AHY bersama Partai Demokrat untuk ikut dalam kontestasi politik nasional pada 2029.

Adi menilai pernyataan AHY mengenai kekuasaan yang tidak boleh hanya melekat pada satu orang dan memiliki batas waktu juga patut dilihat dari perspektif strategi politik Demokrat.

“Pernyataan AHY soal kekuasaan jangan hanya melekat pada satu orang dan kekuasaan itu ada batasnya ini sebagai sinyal atau indikasi bahwa poros kekuatan politik Cikeas, atau poros politik SBY, poros politik Demokrat, memang sedang mendesain bagaimana AHY bisa bertanding di 2029,” katanya.

Meski demikian, Adi menilai arah politik tersebut masih perlu ditunggu. Termasuk bagaimana Partai Demokrat membangun kekuatan dan membaca peta koalisi menjelang Pilpres 2029.

“Tinggal ditunggu bagaimana episode politik selanjutnya,” pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya