Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Bakal Modifikasi Kapal Induk Hibah Italia Jadi Pangkalan Helikopter

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 18:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan strategi baru untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satunya dengan memodifikasi kapal induk hibah dari Angkatan Laut Italia menjadi kapal induk helikopter yang dapat mendukung pengerahan armada udara secara cepat.

Kapal yang nantinya diberi nama KRI Gajah Mada tersebut saat ini tengah berlayar dari Italia menuju Indonesia dan diperkirakan tiba pada 15-20 September 2026. 


Prabowo mengatakan kapal itu tidak akan difungsikan semata sebagai kapal induk konvensional, melainkan diubah untuk mendukung pengoperasian helikopter sekaligus drone.

"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut, itu kita akan rubah menjadi kapal induk helikopter. Untuk drone," kata Prabowo dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Menurut Prabowo, kapal tersebut mampu menampung hingga 10 helikopter kelas menengah, seperti Black Hawk dan Mi-17. 

Helikopter-helikopter itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk mengangkut air dalam jumlah besar guna mempercepat operasi pemadaman ketika terjadi karhutla.

"Dan itu kemampuannya untuk bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, saya kira sejenis Black Hawk, Mi-17. Rata-rata bisa angkut 4-5 ton air," ujarnya. 

Dengan kapasitas tersebut, pengerahan armada udara dapat dilakukan lebih cepat ke wilayah yang menjadi titik api.

"Jadi kalau punya 10 heli segera merapat ke titik api terbanyak, ini akan sangat membantu respon kita," kata Prabowo.

Selain kapal induk helikopter, pemerintah juga menyiapkan pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca serta mengembangkan drone berukuran besar yang mampu membawa dan menjatuhkan air.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya