Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Hukum

KPK Panggil 27 Saksi Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 16:15 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Puluhan orang dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan hari ini tim penyidik memanggil 27 orang sebagai saksi.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin sore, 7 September 2026.


Puluhan saksi yang dipanggil, yakni Desi Haryani selaku pendamping sosial Kecamatan Semarang Timur, Anis Arof Oktaviana selaku pendamping sosial Kecamatan Semarang Utara, Umy Damajanti selaku pendamping sosial Kecamatan Tembalang.

Selanjutnya, Rahadina Hansa Putri selaku pendamping sosial Kecamatan Tembalang, Nala Hidayah selaku pendamping sosial Kecamatan Tugu, Mochammad Anas selaku Kabid Linjamsos, Sufi Agustin selaku Kabid Dayasos, Santi Putri Yuliati selaku Koordinator Kota Surabaya, Dewi Nindita Rachmawati selaku koordinator Kota Surabaya.

Kemudian, M Zainul Arifin selaku koordinator wilayah (Korwil) Bondowoso, Mahbub Alfarabi selaku Korwil Blitar, Agus Sudrajat selaku Korwil Surabaya, Agus Surya Pramono selaku Korwil Tulungagung, Agung Basuki selaku Korwil Madiun, Yanuar Arifin selaku pendamping sosial Kecamatan Kenjeran.

Lalu, Dea Arri Rajasa selaku pendamping sosial Kecamatan Kenjeran, Evie Yuliana Purwanti P selaku pendamping sosial Kecamatan Kenjeran, Achmad Imroni selaku pendamping sosial Kecamatan Semampir, Romli Arief selaku pendamping sosial Kecamatan Semampir, Romli Arief selaku pendamping sosial Kecamatan Semampir.

Berikutnya, Nurul Khotimah selaku pendamping sosial Kecamatan Semampir, Agung Subiono selaku pendamping sosial Kecamatan Simokerto, M Hannah selaku pendamping sosial Kecamatan Simokerto, Idul Masrur selaku pendamping sosial Kecamatan Simokerto, Fitria Suci Mardhatillah selaku koordinator Kecamatan (Korcam) Kenjeran, Yanis Fajar Dermawan selaku Korcam Semampir, Rezky Rahardjo Poetra selaku Korcam Simokerto, dan Alwi selaku Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe selaku Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik (DRL) yang juga Direktur Utama PT Dosni Roha (DNR) sebagai saksi pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik bersama auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mendalami proses dan mekanisme pengadaan serta penyaluran bansos beras untuk kebutuhan penghitungan kerugian keuangan negara.

KPK sebelumnya menemukan adanya persoalan dalam pelaksanaan penyaluran bansos. Dalam kontrak, penyaluran seharusnya dilakukan hingga ke rumah penerima bantuan atau door to door. Namun, penyaluran oleh distributor atau vendor disebut hanya sampai di tingkat kelurahan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang didalami penyidik dalam mengurai dugaan penyimpangan proses pengadaan dan penyaluran bansos beras.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Rudy Tanoe dan dua orang lainnya sebagai tersangka, yaitu Kanisius Jerry Tengker selaku Direktur Utama PT DRL tahun 2018-2022, dan Edi Suharto selaku mantan Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos.

Tak hanya itu, KPK juga telah menetapkan tersangka korporasi dalam perkara ini, yakni PT Dosni Roha Indonesia Tbk dan PT DNR Logistics.

Perkara dugaan korupsi penyaluran bansos beras tersebut diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp200 miliar.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya