Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Kantor PM Israel)

Dunia

Netanyahu Perintahkan Penggusuran Pos Pemukim Ilegal Israel di Tepi Barat

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 16:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan penggusuran pos-pos pemukim Yahudi yang didirikan tanpa otorisasi resmi pemerintah Israel di wilayah Tepi Barat.

Perintah tersebut dikeluarkan di tengah tekanan Amerika Serikat agar Israel mengambil langkah tegas terhadap aksi kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina. 

Dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kebijakan Netanyahu secara khusus menyasar pos yang dibangun tanpa persetujuan resmi negara.


"Netanyahu telah memerintahkan penggusuran pos-pos ilegal tersebut sebagai tanggapan atas tekanan dari Amerika Serikat, sekutu terdekat negara itu," ungkap sumber-sumber tersebut, dikutip dari Reuters, Senin, 7 September 2026.

Pos-pos tersebut umumnya berupa karavan prefabrikasi yang dihuni sejumlah kecil pemukim. Meski demikian, belum diketahui secara pasti kapan operasi penggusuran akan dimulai. 

Laporan situs Israel Ynet menyebut perintah itu menargetkan sekitar 100 pos pemukim di seluruh Tepi Barat.

Tekanan dari Washington menguat setelah Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee pada Sabtu, 5 September 2026, mengecam aksi kekerasan pemukim. 

Dalam pertemuan dengan sejumlah warga Amerika keturunan Palestina di sebuah kota di Tepi Barat, Huckabee menyebut pemukim yang melakukan kekerasan sebagai teroris dan menyerukan konsekuensi berat bagi mereka.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich kemudian mengonfirmasi bahwa Netanyahu telah memberikan instruksi untuk mengosongkan tempat-tempat yang dibangun di Area A dan B.

Smotrich, yang juga merupakan seorang pemukim, mengaku tidak sependapat dengan keputusan tersebut, meski mengeklaim pemerintah telah membuat kemajuan besar dalam pembangunan permukiman di Area C.

Menurut organisasi Peace Now, terdapat 340 pos pemukim di Tepi Barat, selain 146 permukiman yang telah diakui secara resmi oleh pemerintah Israel. 

Pada Minggu, 6 September 2026, Mahkamah Agung Israel juga memerintahkan otoritas pertahanan memastikan tiga keluarga Palestina dapat kembali dengan aman ke rumah mereka di desa Jalud setelah terusir akibat aksi pemukim.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya